Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Taliban Mendesak Komitmen Biden untuk Kesepakatan Damai Afghanistan

BBC
[Ilustrasi] Pertemuan Taliban Afghanistan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Taliban di Afghanistan pada hari Selasa (10/11/2020) mendesak Presiden terpilih AS Joe Biden untuk tetap berkomitmen pada perjanjian perdamaian Doha dengan kelompok tersebut, Anadolu Agency melaporkan. Perjanjian tersebut ditandatangani dalam masa pemerintahan Donald Trump.

Dalam tanggapan publik awalnya terhadap kemenangan Demokrat Joe Biden dalam pemilihan presiden AS, Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjanjian Doha adalah “dokumen yang sangat baik untuk mengakhiri perang dan untuk masa depan yang lebih baik bagi kedua negara”.

Pernyataan yang diposting di situs propaganda kelompok itu ditujukan kepada Biden dan pemerintahan AS di masa depan bahwa penarikan semua pasukan Amerika dari Afghanistan akan menjadi kepentingan “rakyat kami dan negara kami”. Kelompok tersebut juga menyatakan komitmennya terhadap kesepakatan tersebut.

“Presiden dan pemerintahan Amerika masa depan perlu waspada terhadap lingkaran penjual perang, individu dan kelompok yang berusaha untuk melanggengkan perang dan untuk membuat Amerika terperosok dalam konflik untuk mengejar kepentingan pribadi mereka dan memegang kekuasaan,” kata pernyataan Taliban.

Ini terjadi ketika pemerintah Afghanistan terus menyalahkan para pemberontak atas serangan teroris yang meningkat di seluruh negeri. Wakil Presiden Kedua Afghanistan Sarwar Danish pada hari Senin mendesak pemerintah baru AS di bawah Biden untuk mempertimbangkan kembali pembicaraan damai yang sedang berlangsung dengan Taliban.

Berbicara dalam sebuah konferensi di Kabul, Denmark mengklaim para pemberontak tidak percaya pada resolusi damai untuk konflik tersebut. “Kami (pemerintah Afghanistan) belum menandatangani atau menjadi pihak dalam perjanjian ini (perjanjian damai antara AS dan Taliban) dan kami juga belum meratifikasinya, dan dari sudut pandang hukum dan kewajiban kami, kami tidak bertanggung jawab atas detailnya isinya,” tambahnya.

Di bawah pemerintahan Trump, kesepakatan yang ditandatangani antara AS dan Taliban membuka jalan bagi pembicaraan damai intra-Afghanistan di Doha antara pemerintah Kabul dan Taliban. Namun, tidak ada kemajuan nyata yang dibuat pada pembicaraan di ibu kota Qatar ini sejak diluncurkan pada 12 September.*

Rep: Fida A
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Lebih dari 20 Organisasi Muslim Eropa Desak Macron Akhiri Retorika Kebencian dan Memecah Belah

Lebih dari 20 Organisasi Muslim Eropa Desak Macron Akhiri Retorika Kebencian dan Memecah Belah

Hotel Ishraq Al Madinah Terbakar, 15 Jamaah Umroh Meninggal Dunia

Hotel Ishraq Al Madinah Terbakar, 15 Jamaah Umroh Meninggal Dunia

Raja Saudi: Terorisme Jelekkan Citra Islam di Mata Dunia

Raja Saudi: Terorisme Jelekkan Citra Islam di Mata Dunia

Eks Negeri Komunis Tetapkan Mata Pelajaran Islam di Sekolah-Sekolah

Eks Negeri Komunis Tetapkan Mata Pelajaran Islam di Sekolah-Sekolah

Uni Eropa Seru Myanmar Mengikutsertakan Muslim Rohingya dalam Pemilu

Uni Eropa Seru Myanmar Mengikutsertakan Muslim Rohingya dalam Pemilu

Baca Juga

Berita Lainnya