Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Austria Tangkap 30 Anggota Hamas, Ikhwanul Muslimin dan Kelompok Palestina

Bagikan:

Hidayatullah.com — Polisi Austria menangkap 30 orang yang dituduh sebagai “Islam radikal” sebagai bagian dari “perang terhadap Islamisme”, lapor the Times.  Orang-orang itu ditangkap selama penggerebekan sebelum fajar, yang secara kolektif disebut ‘Operasi Luxor’, dilakukan oleh hampir 1.000 petugas kepolisian, termasuk pasukan khusus, personel anti-terorisme dan anjing pelacak lapor Middle East Monitor (MEE) pada Selasa (10/11/2020).

Penggerebekan tersebut, yang dilakukan secara serentak pada jam 5 pagi, difokuskan pada cabang-cabang Hamas Austria, kelompok Palestina, dan Ikhwanul Muslimin. Lebih dari 70 individu saat ini sedang diselidiki, menurut the Times, meskipun hanya 30 orang yang ditangkap selama penggerebekan fajar.

Polisi juga menyita telepon genggam, dokumen, komputer dan uang tunai dalam jumlah besar, tetapi tidak ada senjata atau bahan peledak, kata laporan itu. Dengan dalih melacak aliran uang, rekening bank dan aset keuangan milik 30 tahanan telah dibekukan, kata jaksa penuntut di Graz.

Operasi itu digelar setelah empat orang tewas dan 22 lainnya terluka dalam serangan teror ISIS di Vienna pusat pada 2 November. Meskipun ‘Operasi Luxor’  direncanakan akan dilakukan sebelum serangan pekan lalu, tindakan keras tersebut telah dilihat sebagai bagian dari “perang melawan Islamisme” Austria, yang diserukan oleh  Kanselir Sebastian Kurz setelah serangan Vienna.

Kurz, pada saat itu, mengatakan kepada surat kabar Jerman Die Welt: “Ekstremisme Islamis ingin memecah belah masyarakat kita. Kebencian ini tidak boleh diberi ruang. Musuhnya adalah ekstremis dan teroris, bukan imigran. Harus tidak ada toleransi terhadap intoleransi.”

Negara itu telah menutup dua masjid di ibu kota yang diyakini oleh pihak berwenang sebagai tempat yang sering dikunjungi tersangka, Kujtim Fejzulai, dan menangkap dua tersangka rekannya.  Kanselir Austria diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Paris kemarin untuk bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pasangan itu berusaha membangun front Eropa untuk melawan politik Islam.

Pasangan ini juga akan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk membahas upaya pemberantasan terorisme kelompok radikal di benua itu,” kata Kurz.

“Ancaman dari teror Islamis mempengaruhi kita semua di Eropa, seperti yang kita lihat baru-baru ini melalui serangan di Prancis dan di banyak negara Eropa lainnya di masa lalu,” katanya lagi. “Kita harus tanpa belas kasihan mengejar baik ancaman Islamis terhadap keselamatan publik dan ideologi yang ada di belakang mereka,” tambah dia.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

China Wajibkan Anak Kunjungi Orangtua

China Wajibkan Anak Kunjungi Orangtua

Presiden Burundi Pierre Nkurunziza Wafat, Diduga Terpapar Covid-19

Presiden Burundi Pierre Nkurunziza Wafat, Diduga Terpapar Covid-19

Al Halabi Setuju Pemilu, Salafi Lain Anggap Musibah

Al Halabi Setuju Pemilu, Salafi Lain Anggap Musibah

Selewengkan Bansos Lockdown Coronavirus Empat Pejabat Uganda Ditangkap

Selewengkan Bansos Lockdown Coronavirus Empat Pejabat Uganda Ditangkap

Kerusuhan Menyusul Kematian Tahanan Kulit Hitam di Tangan Polisi, Baltimore Berlakukan Jam Malam

Kerusuhan Menyusul Kematian Tahanan Kulit Hitam di Tangan Polisi, Baltimore Berlakukan Jam Malam

Baca Juga

Berita Lainnya