Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kapok Covid-19, China Pidanakan Belasan Ribu Orang Terkait Kriminalitas Hewan Liar

Gading gajah hasil sitaan di China.
Bagikan:

Hidayatullah.com—China mengadili lebih dari 15.000 orang dalam kriminalitas berkaitan dengan hewan liar. Angka itu naik 66% dari tahun 2019, kata pihak kejaksaan agung.

Kejaksaan Agung China mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (9/11/2020) bahwa hampir 7.000 dari total penangkapan berkaitan dengan pelanggaran aturan penangkapan ikan. Sekitar 4.000 orang didakwa karena perburuan liar dan 3.000 orang didakwa karena membeli, mengangkut dan menjual produk hewan liar, lapor Reuters.

Keburukan regulasi perdagangan hewan liar di China terungkap gamblang menyusul wabah penyakit baru yang disebabkan coronavirus di kota Wuhan akhir 2019.

Para ilmuwan meyakini coronavirus jenis baru itu berasal dari kelelawar jenis “horseshoes”. Kelelawar sebelumnya sudah diketahui menjadi sumber beberapa jenis coronavirus. Virus baru tersebut diyakini menginfeksi manusia lewat hewan perantara, dalam kasus ini trenggiling sebagai terduga tersangka utamanya. Trenggiling beberapa tahun belakangan merupakan salah satu hewan liar yang paling banyak diperjual-belikan di China.

Bulan Februari, lembaga legislatif China berjanji akan mengeluarkan larangan penjualan dan konsumsi hewan liar, tetapi  diperkirakan ada pengecualian untuk perdagangan kulit bulu dan obat tradisional.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Libya Didesak untuk Menyelidiki Nasib Ratusan Orang Hilang di Tarhuna

Libya Didesak untuk Menyelidiki Nasib Ratusan Orang Hilang di Tarhuna

Intelektual Suriah Kecam Amerika Serikat

Intelektual Suriah Kecam Amerika Serikat

Al Assad Tumbang = Bencana Bagi Israel

Al Assad Tumbang = Bencana Bagi Israel

50 Orang Meninggal dalam Ledakan Bom Masjid saat Shalat Subuh di Nigeria

50 Orang Meninggal dalam Ledakan Bom Masjid saat Shalat Subuh di Nigeria

Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Baca Juga

Berita Lainnya