Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Masjid Agung Pantin di Prancis Terima Ancaman

A woman reads a prefectoral decree installed on the entrance gates of the Grand Mosque of Pantin, near Paris, France, October 20, 2020. REUTERS/Antony Paone
Bagikan:

Hidayatullah.comMasjid di distrik Vernon di Prancis utara menerima surat ancaman pada Selasa, menurut sebuah unggahan di Twitter oleh situs Islam & Info. Surat ancaman itu diletakkan di kotak surat masjid, berisi ancaman pembunuhan dan pesan penghinaan terhadap orang Turki, Arab dan etnis masyarakat yang datang ke masjid setiap harinya lapor Anadolu Agency pada Rabu (28/10/2020).

“Perang telah dimulai. Kami akan mengusir kalian dari negara kami. Kalian akan mempertanggungjawabkan kematian Samuel,” tulis surat ancaman tersebut.

Itu merujuk pada Samuel Paty, seorang guru di Bois-d’Aulne College di Conflans-Sainte-Honorine yang dipenggal pada 16 Oktober oleh Abdullakh Anzorov, seorang anak berusia 18 tahun asal Chechnya. Tindangan ini dilakukan sebagai pembalasan karena memperlihatkan kartun yang menghina Nabi  Muhammad SAW kepada murid-muridnya selama salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi.

Pemberitahuan itu juga berisi hinaan yang ditujukan kepada Muslimah yang mengenakan jilbab.  Masjid Agung Pantin di luar Paris baru-baru ini ditutup selama enam bulan setelah membagikan video di halaman Facebook-nya sebelum pembunuhan Paty, mengkritiknya karena menampilkan kartun menghina di depan murid-muridnya.

Awal bulan ini, Presiden Emmanuel Macron menuduh Muslim Prancis “separatisme” dan menyebut Islam sebagai “agama yang berada dalam krisis di seluruh dunia.”  Ketegangan semakin meningkat setelah pembunuhan Paty. Macron memberikan penghormatan kepadanya dan mengatakan Prancis “tidak akan menyerah kepada kartun kami.”

Kartun menghina oleh Charlie Hebdo, majalah mingguan satir Prancis, juga diproyeksikan pada gedung-gedung di beberapa kota.  Beberapa negara Arab serta Turki, Iran dan Pakistan telah mengecam sikap Macron terhadap Muslim dan Islam, dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemimpin Prancis itu membutuhkan “perawatan mental”.

Sementara seruan untuk memboikot produk Prancis beredar secara online di banyak negara, Erdogan telah mendesak orang Turki “untuk tidak pernah membantu merek Prancis atau membelinya.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Demonstran Hong Kong Diserang Gerombolan Orang Bersenjata

Demonstran Hong Kong Diserang Gerombolan Orang Bersenjata

An Nur Tak Dukung Capres Manapun, Sampai Bursa Ditutup

An Nur Tak Dukung Capres Manapun, Sampai Bursa Ditutup

Tentara NATO yang Tewas di Afghanistan Hampir 600 Orang

Tentara NATO yang Tewas di Afghanistan Hampir 600 Orang

AS Khawatirkan Serangan Israel ke Iran

AS Khawatirkan Serangan Israel ke Iran

Pemutusan Koneksi Internet Dinilai Sebagai Blunder

Pemutusan Koneksi Internet Dinilai Sebagai Blunder

Baca Juga

Berita Lainnya