Rabu, 7 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

AS Menolak Proposal Rusia Mengenai Mekanisme Keamanan Teluk

Bagikan:

Hidayatullah.com–Amerika Serikat pada Selasa (20/10/2020) mengumumkan penolakannya terhadap proposal Rusia di Dewan Keamanan PBB untuk membentuk mekanisme keamanan yang efektif di kawasan Teluk, Middle East Monitor melaporkan.

Hal ini muncul dalam pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kelly Craft selama pertemuan Dewan Keamanan tentang “Pemeliharaan Perdamaian dan Keamanan Internasional: Tinjauan Komprehensif atas Situasi di Kawasan Teluk Persia”, yang diketuai oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di markas besar organisasi di New York.

Di awal sesi, Lavrov menyarankan: “Mengembangkan langkah-langkah praktis untuk membangun mekanisme keamanan yang efektif di Teluk Arab… untuk mencegah eskalasi dan membangun sistem yang efektif untuk keamanan kolektif di kawasan.”

Dia menjelaskan bahwa mekanisme ini akan dibentuk: “Dengan partisipasi negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Rusia, AS, China, Prancis, dan Inggris), Liga Negara-negara Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan pihak lain yang berkepentingan.”

Kraft menanggapi proposal Rusia dengan menyatakan: “Saya menghargai fokus Anda pada keamanan Teluk, tetapi dengan hormat, saya tidak setuju dengan solusi yang Anda usulkan. Tidak perlu mekanisme lain untuk meningkatkan keamanan di kawasan Teluk.”

Pejabat AS itu menambahkan: “Dewan Keamanan PBB memiliki semua alat yang dimilikinya untuk meminta pertanggungjawaban Iran, dan kami hanya harus memutuskan untuk melakukannya. Amerika Serikat akan terus meminta pertanggungjawaban Iran, bahkan jika itu berarti kita harus bertindak sendiri.”

Kraft melanjutkan: “Saya memahami bahwa Anda ingin membangun struktur keamanan di Teluk untuk meningkatkan stabilitas di kawasan, dan dengan segala hormat saya pikir solusinya lebih sederhana dari itu.”

Dia menunjukkan bahwa: “Dewan harus memiliki keberanian untuk meminta pertanggungjawaban Iran karena menolak untuk mematuhi kewajiban internasionalnya, terutama karena Iran menolak untuk berkomitmen pada hukum atau resolusi dewan ini. Iran adalah alasan utama mengapa Teluk tidak stabil.”

Negara-negara Teluk tidak mengeluarkan pernyataan segera tentang masalah tersebut.*

Rep: Fida' A.
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Bekas Bos Save the Children Dituding Melecehkan Staf Wanita

Bekas Bos Save the Children Dituding Melecehkan Staf Wanita

Mubarak Wafat, Pengumuman Hasil Pemilu Bisa Ditunda

Mubarak Wafat, Pengumuman Hasil Pemilu Bisa Ditunda

Turki Akan Beri Pendidikan 450.000 Pengungsi Anak Suriah

Turki Akan Beri Pendidikan 450.000 Pengungsi Anak Suriah

Pangeran Mahkota Saudi Bertemu dengan Paus Mesir di Kairo

Pangeran Mahkota Saudi Bertemu dengan Paus Mesir di Kairo

Penduduk Turki Banyak Habiskan Waktu Baca Buku Dibanding Orang Eropa

Penduduk Turki Banyak Habiskan Waktu Baca Buku Dibanding Orang Eropa

Baca Juga

Berita Lainnya