Rabu, 20 Januari 2021 / 7 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Kakek Tunisia Boleh Hapus Jejak Perbudakan dari Namanya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang pria Tunisia berusia 81 tahun memenangkan perkara bersejarah di pengadilan untuk mengenyahkan nama tengahnya yang menandakan bahwa dirinya merupakan keturunan budak.

Kata “ateeq” yang artinya “dibebaskan dari perbudakan”, dipergunakan sebagai nama tengah dari orang-orang keturunan budak meskipun Tunisia sudah menghapus perbudakan pada 1846.

Pengacara dari Hamden Dali berargumen bahwa kata ateeq pada nama kliennya itu merupakan diskriminasi terhadap orang Tunisia berkulit hitam, yang mencakup sekitar 15% dari populasi, dan membuat orang yang memiliki nama tersebut sulit memperoleh pekerjaan.

Di dalam nama “Ateeq Dali” mengandung penghinaan sebab yang bersangkutan seolah-olah masih terkait dan belum bebas sepenuhnya dari perbudakan, dan hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak keluarga yang mewarisi namanya, kata Hanen Ben Hassena kepada Reuters Jumat (16/10/2020).

Penduduk Tunisia berkulit hitam merupakan keturunan orang-orang yang dibawa ke Tunisia dari Sub-Sahara Afrika sebagai bagian dari perdagangan budak di masa lalu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Seniman Israel Boikot Teater-Teater Permukiman

Seniman Israel Boikot Teater-Teater Permukiman

Markas Militer AS Diserbu, Dua Tentara Tewas

Markas Militer AS Diserbu, Dua Tentara Tewas

Tim Penanggulangan Ebola Dibunuh Warga Desa di Guinea

Tim Penanggulangan Ebola Dibunuh Warga Desa di Guinea

Anggota Hizbullah Tewas Terkena Ledakan Peralatan Intelijen Zionis Israel

Anggota Hizbullah Tewas Terkena Ledakan Peralatan Intelijen Zionis Israel

Pariwisata Halal Malaysia Menarik Muslim dari Seluruh Dunia

Pariwisata Halal Malaysia Menarik Muslim dari Seluruh Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya