Senin, 5 Juli 2021 / 25 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Ethiopia Larang Penerbangan Di Atas Bendungan Raksasa Sungai Nil

Rancangan bendungan raksasa Grand Ethiopian Renaissance Dam di aliran sungai Nil.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Otoritas penerbangan sipil Ethiopia melarang semua penerbangan di atas bendungan raksasa kontroversial yang sedang dibangun di Sungai Nil, dengan alasan keamanan.  

Ethiopia melihat Grand Ethiopian Renaissance Dam (Gerd) bernilai $4,8 miliar itu sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, mega proyek itu kemudian menimbulkan pertikaian dengan negara Sudan dan Mesir, dua negara yang dilalui aliran sungai itu dan merasa keberadaan bendungan akan banyak mengurangi aksesnya terhadap air.

Pengumuman otoritas penerbangan sipil itu dilakukan sepekan setelah Angkatan Udara Ethiopia menyatakan siap untuk mempertahankan dan itu.

Berbicara di stasiun televisi pemerintah, pekan lalu Mayjen Yilma Merdasa mengatakan bahwa AU sudah memodernisasi jet tempurnya, dan memiliki rencana A,B, dan seterusnya untuk menangkal musuh yang mencoba mengusik proyek besar tersebut.

Kepala otoritas penerbangan sipil Ethiopia mengatakan kepada BBC hari Senin (5/10/2020)  bahwa sudah biasa bagi suatu negara untuk melarang penerbangan melintasi proyek-proyek besar.

PLTA itu akan mulai memproduksi listrik dalam waktu 12 bulan, lapor Reuters mengutip perkataan Presiden Sahle-Work Zewde.

Saat ini sudah terbendung 4,9 miliar meter kubik di bak penampungan di belakang dam, yang artinya ketinggian air sudah mencapai dua turbin pertama.

Apabila rampung, Gerd akan menjadi bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika, yang menyuplai listrik untuk 65 juta rakyat Ethiopia.

Namun, bagi Mesir yang beradu di ujung hilir Sungai Nil dan hampir sepenuhnya bergantung pada debit air sungai itu untuk berbagai keperluan mulai air minum sampai listrik, pembendungan sebagian besar aliran air di bagian hulu pastinya akan mengancam kehidupan warganya.

Awal tahun ini, serangkaian panjang perundingan ketika negara yang di Washington berakhir tanpa kesepakatan. Meskipun demikian, Uni Afrika masih mengupayakan terwujudnya kesepakatan di antara mereka.

Tidak lama kemudian, Sudan melaporkan terjadi penurunan level air, sementara bak penampungan di belakang dam Gerd mulai terisi air.

Ethiopia awalnya mengkonfirmasi citra satelit yang menampakkan debit air meninggi, dengan mengatakan bahwa reservoir cepat terisi karena air hujan, tetapi pernyataan itu kemudian ditarik.

Sebagai tanggapannya, Amerika Serikat mengumumkan akan memangkas bantuan finansial yang diberikannya kepada Ethiopia.

“Amerika Serikat sebelumnya sudah berulang kali mengungkap kekhawatiran bahwa mulai mengisi Gerd sebelum semua langkah keselamatan dam yang perlu diambil terlaksana, akan menimbulkan risiko serius,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kepada Reuters.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Amnesty International: Turki Mendeportasi Pengungsi Suriah ke ‘Zona Aman’

Amnesty International: Turki Mendeportasi Pengungsi Suriah ke ‘Zona Aman’

Turki Menangkap Seorang Jurnalis yang Dicurigai sebagai ‘Mata-mata UEA’

Turki Menangkap Seorang Jurnalis yang Dicurigai sebagai ‘Mata-mata UEA’

Ulama Sunni Iraq Kutuk Serangan AS

Ulama Sunni Iraq Kutuk Serangan AS

“Taqlid Buta” Menolak Parlemen

“Taqlid Buta” Menolak Parlemen

Wanita Saudi Setir Mobil Hanya Masalah Waktu

Wanita Saudi Setir Mobil Hanya Masalah Waktu

Baca Juga

Berita Lainnya