Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Cabuli Murid Guru Bahasa Arab Malaysia Dipenjara 9 Tahun dan 2 Kali Cambuk

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang guru bahasa Arab di sebuah sekolah dasar di Malaysia dihukum penjara 9 tahun dan 2 kali cambukan oleh Pengadilan Khusus untuk Kejahatan Seksual terhadap Anak, setelah dinyatakan bersalah melakukan serangan seksual terhadap seorang anak lelaki berusia 10 tahun dua tahun silam.

Setelah mengkaji semua bukti dan mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak, pengadilan menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 14 (a) UU Kejahatan Seksual terhadap Anak 2017, ” kata hakim  Yong Zarida seperti dikutip Bernama Rabu (30/9/2020).

Namun, hakim mengizinkan permintaan terdakwa Mohd Shahril, yang diwakili oleh pengacaranya PG Cyril, untuk tidak menjalani hukuman dahulu sambil menunggu keputusan banding ke pengadilan tinggi.

Untuk itu, hakim Yong Zarida menaikkan uang jaminan dari RM8.000 menjadi RM15.000 dan memerintahkan terdakwa melapor ke polisi terdekat sampai kasusnya tuntas.

Mohd Shahril didakwa melakukan serangan seksual terhadap korbannya dengan memegang alat kelamin korban dengan tujuan seksual di rumahnya di  Subang Bestari, Shah Alam antara pukul 12.15 and 12.45 siang pada 22 November 2018, tindakan pidana yang di Malaysia dapat diganjar hukuman hingga 20 tahun penjara ditambah cambukan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Liga Dunia Islam Dukung Operasi Militer Tumpas Pemberontak Syiah Yaman

Liga Dunia Islam Dukung Operasi Militer Tumpas Pemberontak Syiah Yaman

Imigran Palestina Mendapat Penghargaan setelah Menyelamatkan Petugas Polisi dalam Serangan Wina

Imigran Palestina Mendapat Penghargaan setelah Menyelamatkan Petugas Polisi dalam Serangan Wina

Presiden Baru Kyrgyzstan Minta Pangkalan AS Ditutup

Presiden Baru Kyrgyzstan Minta Pangkalan AS Ditutup

Al Qarni: Khalfan dari Mossad, Iran atau Intel Rezim Mesir

Al Qarni: Khalfan dari Mossad, Iran atau Intel Rezim Mesir

Indonesia-OKI Keluarkan Komunike Hentikan Kekerasan Rohingya

Indonesia-OKI Keluarkan Komunike Hentikan Kekerasan Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya