Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Protes di Istanbul atas Keputusan Charlie Hebdo Kencetak Ulang Kartun Mengolok Nabi Muhammad

Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekitar 200 orang melakukan protes di Istanbul pada Ahad (13/9/2020) atas keputusan sebuah majalah Prancis untuk menerbitkan ulang kartun mengolok-olok Nabi Muhammad ﷺ. Majalah satire mingguan Charlie Hebdo – yang pernah menjadi sasaran sekelompok bersenjata pada tahun 2015 – mencetak ulang foto-foto kontroversial tersebut untuk menandai dimulainya persidangan awal bulan ini terhadap mereka yang dituduh mendukung serangan pembunuhan tersebut.

Gambar yang menggambarkan Nabi Muhammad ﷺ adalah hal yang sangat dilarang dalam Islam.  Sebanyak 12 orang, termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis, tewas pada 7 Januari 2015, ketika saudara kandung Said dan Cherif Kouachi menembaki kantor majalah di Paris.

Beberapa pengunjuk rasa di Lapangan Beyazit di sisi Eropa ibu kota Istanbul memegang spanduk dengan kata-kata peringatan kepada Charlie Hebdo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa “mereka akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan”.  Namun, Macron membela “kebebasan” majalah itu untuk “menghina”.

Pemimpin Redaksi Holy TV Nureddin Sirin memperingatkan bahwa “Macron akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan karena kesombongannya di Mediterania timur dan karena dia mendukung penghinaan terhadap Islam dengan menggunakan kebebasan media sebagai alas an,” kutip AFP.

Dia merujuk pada ketegangan antara Ankara dan Paris atas eksplorasi gas Turki yang sedang berlangsung di Mediterania timur.  Yunani dan Turki terlibat dalam perselisihan mengenai sumber daya energi dan perbatasan maritim, dan Prancis mendukung Athena, bahkan mengerahkan kapal ke wilayah tersebut untuk mendukungnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Separuh Warga Amerika Bersedia Menerima Vaksin Covid-19

Separuh Warga Amerika Bersedia Menerima Vaksin Covid-19

Efek Samping Covid-19: Virgin Atlantic Kehabisan Duit

Efek Samping Covid-19: Virgin Atlantic Kehabisan Duit

15 Tahun Penjara untuk Pembakar Masjid Columbia

15 Tahun Penjara untuk Pembakar Masjid Columbia

Presiden Mursi Menghadapi ‘Kematian’ Perlahan Karena Penyiksaan

Presiden Mursi Menghadapi ‘Kematian’ Perlahan Karena Penyiksaan

Gelar Iftar, Obama Puji Muslim Staf Hillary Clinton

Gelar Iftar, Obama Puji Muslim Staf Hillary Clinton

Baca Juga

Berita Lainnya