Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Puluhan LSM dan Anggota Parlemen Malaysia Kutuk Kesepakatan UEA-Zionis

Bagikan:

Hidayatullah.comKoalisi yang terdiri dari 31 LSM dan sembilan anggota parlemen pada hari Sabtu (15/8/2020) mengecam keras keputusan pemerintah Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Zionis ‘Israel’.

Dalam pernyataan bersama, koalisi ini mengutuk langkah UEA karena telah menghianati perjuangan rakyat Palestina.

“Ketika momentum semakin meningkat di dunia untuk memboikot negara apartheid Israel, keputusan UAE adalah sangat memalukan, menyedihkan dan layak mendapat kritikan dan kecaman dari semua pihak terutama sekali negara Islam yang lain.

Upaya menteri luar negeri UEA untuk mengelabui maksud sebenarnya dari keputusannya dengan mengatakan bahwa hal itu bertujuan untuk menghentikan pendudukan atau perampasan tanah Palestina di Tepi Barat oleh Israel sungguh menyedihkan.

Kepalsuan dan kelemahan argumennya terlihat jelas ketika kita melihat reaksi marah seluruh rakyat Palestina termasuk Otoritas Palestina (PA), Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Gerakan Hamas. Lebih lanjut, rezim Zionis sendiri telah menegaskan bahwa mereka masih berencana untuk merebut tanah Palestina di Tepi Barat.

Karena itu, alasan yang diberikan Menlu UEA hanya berhasil menunjukkan kebodohannya sendiri,” demikian keterangan bersama dikutip dari sinarharian.com.

Ke-31 LSM yang mengeluarkan pernyataan bersama tersebut terdiri dari BDS Malaysia, Palestine Scholars Association Abroad in Southeast Asia, Malaysian Women Coalition for Al Quds and Palestine (MWCQP), SEJAGAT Malaysia, National Union of Malaysian Muslim Students (PKPIM), Malaysian Consultative Council Islamic Organizations dan Pertubuhan Mawaddah Malaysia.

LSM lainnya adalah Pertubuhan IKRAM Malaysia, Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Al Quds Foundation Malaysia (QFM), Muslim Care Malaysia, Viva Palestina Malaysia, Asia WE, International Movement for a Just World (JUST), Global Peace Mission ( GPM) Malaysia, MediCOM Malaysia, HARMONI, Dewan Perwakilan Mahasiswa Nasional (MPPK) dan Organisasi Kebudayaan Palestina Malaysia (PCOM).

Selain itu, Citizens International, Palestine Progressive Association Malaysia (PPAM), Movement for Monetary Justice – Malaysia, Ummatic Mission Relief of Malaysia (UMRM), SALIMAH (Persatuan Persaudaraan Muslimah Malaysia), HUMANE (UniSZA Society for Humanity), MyCARE (Humanitarian Care Malaysia), MRA (Malaysian Relief Agency), Stand Up Flashmob (SUF), CAKNA PALESTINE dan Malaysian Educational Institutions (HALUAN).

Sedangkan sembilan anggota parlemen yang juga mengeluarkan keterangan bersama adalah Anggota DPRD Ledang, Syed Ibrahim Syed Noh; Anggota Parlemen Jerlun, Datuk Seri Mukhriz Mahathir; Anggota Parlemen Sepanggar, Datuk Mohd Azis Jamman; Anggota DPRD Lembah Pantai, Fahmi Fadzil; Anggota Parlemen Bukit Mertajam, Steven Sim; Anggota Parlemen Kuala Kedah, Dr Azman Ismail dan Anggota Parlemen Papar, Ahmad Hassan.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Turki: OKI Tak Berbuat Apa-Apa untuk Mengatasi Situasi Mesir

Turki: OKI Tak Berbuat Apa-Apa untuk Mengatasi Situasi Mesir

Delapan Luka Dalam Serangan Granat di Sebuah Bar Malaysia

Delapan Luka Dalam Serangan Granat di Sebuah Bar Malaysia

Paus: Kemunafikan Telah Merusak Kredibilitas Gereja

Paus: Kemunafikan Telah Merusak Kredibilitas Gereja

Bulan Sabit Merah Turki Kirim Bantuan untuk Rohingya

Bulan Sabit Merah Turki Kirim Bantuan untuk Rohingya

Tak Hanya Warga Mesir, Orangutan di Bonbin Giza Meninggal karena Hawa Panas

Tak Hanya Warga Mesir, Orangutan di Bonbin Giza Meninggal karena Hawa Panas

Baca Juga

Berita Lainnya