Ahad, 24 Januari 2021 / 10 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Rata-Rata Harapan Hidup Wanita Jepang Lebih Tinggi Dibanding Pria

Bagikan:

Hidayatullah.com—Rata-rata harapan hidup orang di Jepang senantiasa lebih tinggi di kalangan wanita dibanding pria, menurut data tahun 2019 yang dirilis Kementerian Kesehatan pada hari Jumat (31/7/2020).

Rata-rata harapan hidup wanita Jepang sekarang 8,45 tahun sedangkan pria 81,41 tahun. Keduanya merupakan rekor terbaru rata-rata harapan hidup orang Jepang, lapor Asahi Shimbun.

Harapan hidup kaum wanita terus bertambah selama tujuh tahun berturut-turut. Sementara harapan hidup kaum pria terus bertambah selama delapan tahun berturut-turut.

Pada 2019 harapan hidup wanita 0,13 tahun lebih panjang dibanding 2018. Pada periode yang sama harapan hidup pria Jepang naik 0,16 tahun.

Kementerian mengatakan, harapan hidup orang Jepang naik antara lain disebabkan perawatan bagi pengidap tiga penyakit paling mematikan –kanker, gagal jantung dan penyakit cerebrovascular— semakin membaik.

Bagi mereka yang dilahirkan pada tahun 2019, kemungkinan meninggal dunia akibat satu dari ketiga penyakit tersebut di kalangan pria adalah 49,62 persen dan 44,72 persen di kalangan wanita.

Dibanding rata-rata tingkat harapan hidup di 50 negara dan kawasan yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan, wanita Jepang menempati peringkat kedua setelah wanita Hong Kong. Sedangkan pria Jepang berada di peringkat ketiga setelah Hong Kong dan Swiss.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Tingkat Melek Huruf Saudi Naik Menjadi 96%

Tingkat Melek Huruf Saudi Naik Menjadi 96%

Larangan Shalat di Jalanan Prancis Berlaku

Larangan Shalat di Jalanan Prancis Berlaku

Paskah, Pameran Pajang Lukisan Lecehkan Muslim

Paskah, Pameran Pajang Lukisan Lecehkan Muslim

Kalangan Islam dan Yahudi Eropa Kecam Vonis Larangan Khitan

Kalangan Islam dan Yahudi Eropa Kecam Vonis Larangan Khitan

PBB Minta Akses Penuh Selidiki Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar

PBB Minta Akses Penuh Selidiki Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya