Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

AS Jatuhkan Sanksi atas Putra Bashar, Hafez al-Assad

intpolicydigest.org
Hafez al-Assad (kiri) dan Bashar al-Assad
Bagikan:

Hidayatullah.com — Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi atas rezim Bashar al-Assad Suriah, kali ini menarget putranya Hafez, Departemen Luar Negeri mengumumkan pada Rabu lapor Anadolu Agency.

“Hari ini, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan melanjutkan tindakan sanksi terhadap rezim Assad dengan merilis 14 penunjukan baru di bawah Undang-undang Perlindungan Sipil Suriah dan otoritas lain,” Menlu Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Di antara tindakan hari ini, kami juga menunjuk putra Bashar al-Assad, Hafez al-Assad…”

Sanksi ini diberi nama sanksi Hama and Maarat Al-Numan untuk mengenang para korban dari dua kekejaman paling terkenal rezim Assad, yang terjadi pada tahun 2011 dan 2019.

Sejumlah demonstran damai terbunuh di Hama pada 2011, sementara 42 orang terbunuh pada 2019 setelah rezim Suriah membom sebuah pasar.

Perusahaan Al-Qattan, yaitu Muruj Cham Investment and Tourism Group, Adam Trading and Investment LLC, Intersection LLC, Wassim Kattan LLC, dan Larosa Furniture juga masuk dalam daftar sanksi karena hubungan dan dukungan mereka kepada rezim Suriah.

Mal Qasioun, Hotel Al-Jalaa, Massa Plaza Mall, dan Kompleks Yalbagha juga masuk daftar hitam tersebut.

“Kami akan terus meminta Bashar al-Assad dan rezimnya bertanggung jawab atas kejahatan mereka, sambil menjaga ingatan korban mereka tetap hidup,” kata Pompeo. “Rezim Assad dan mereka yang mendukungnya memiliki pilihan sederhana: mengambil langkah-langkah yang tidak dapat diubah menuju solusi politik yang abadi untuk mengakhiri konflik Suriah seperti yang diminta oleh UNSCR 2254 atau menghadapi tahapan baru dari sanksi yang melumpuhkan.”

Suriah telah terperosok dalam perang saudara yang menghancurkan sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak protes pro-demokrasi dengan kekerasan.

Ratusan ribu orang telah terbunuh sejak dan lebih dari 10 juta orang terlantar, menurut perhitungan PBB.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wanita Afghanistan Usia 106 Tahun Gembira Dapat Izin Tinggal di Swedia

Wanita Afghanistan Usia 106 Tahun Gembira Dapat Izin Tinggal di Swedia

Kristen Fundamentalis Pelaku Teror Norwegia

Kristen Fundamentalis Pelaku Teror Norwegia

Libya Minta Mengadili Sendiri Saif Al Islam

Libya Minta Mengadili Sendiri Saif Al Islam

“Saya Bukan Pahlawan,” Kata Muslim Penolong Yahudi dalam Serangan di Paris

“Saya Bukan Pahlawan,” Kata Muslim Penolong Yahudi dalam Serangan di Paris

Rezim Militer Baru Mauritania Bebaskan 20 Aktivis Islam

Rezim Militer Baru Mauritania Bebaskan 20 Aktivis Islam

Baca Juga

Berita Lainnya