Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Nagaland India Larang Jual-Beli Daging Anjing

thetrentonline.com
Pedagangan Kucing dan Anjing di Guangxi Yulin, China
Bagikan:

Hidayatullah.com—Negara bagian Nagaland, India, melarang impor, perdagangan dan penjualan daging anjing, keputusan yang disambut baik kelompok peduli kesejahteraan hewan.

Pemerintah di bagian timur laut India tersebut mengumumkan keputusan itu menyusul kampanye yang gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok pecinta binatang, yang menyebutnya sebagai “titik balik” besar guna mengakhiri kekejaman terhadap anjing-anjing di India, lansir BBC Sabtu (4/7/2020).

“Pemerintah negara bagian memutuskan untuk melarang impor komersial dan perdagangan anjing, pasar anjing, dan juga penjualan daging anjing baik sudah dimasak maupun belum dimasak. Kami mengapresiasi keputusan bijak yang diambil kabinet negara bagian,” kata Sekretaris Kepala Nagaland Temjen Toy lewat Twitter hari Jumat.

Pemerintah belum menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana nantinya keputusan itu diimplementasikan.

Media India mengatakan larangan itu dibuat menyusul meluasnya foto anjing-anjing yang dibungkus dalam karung di sebuah pasar hewan di media sosial, yang kemudian menyulut kemarahan warga.

Humane Society International (HSI) yang selama bertahun-tahun mengkampanyekan diakhirinya perdagangan daging anjing di India menyambut baik keputusan pemerintah Nagaland tersebut.

“Penderitaan anjing-anjing di Nagaland sejak lama membayangi India, dan kabar ini menjadi titik balik besar guna diakhirinya kekejaman dari perdagangan gelap daging anjing di India,” kata Alokparna Sengupta, managing director HSI.

Mengkonsumsi daging anjing merupakan tindakan ilegal di sebagian wilayah India, tetapi sejumlah komunitas di bagian timur laut menganggapnya sebagai hidangan lezat.

Diperkirakan 30.000 anjing setiap tahun diselundupkan ke Nagaland, di mana mereka dijual di pasar-pasar hewan dan dipukuli hingga mati dengan tongkat kayu, menurut HSI.

Awal tahun ini, negara bagian Mizoram mengambil langkah awal menuju diakhirinya penjualan anjing, dengan mengamandemen legislasi guna menghapusnya dari daftar hewan yang layak disembelih.

Meskipun tidak menyebar, kebiasaan makan daging anjing dilakukan oleh sebagian komunitas di China, Korea Selatan dan Thailand.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Covid-19: Institut Serum India Ajukan Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca

Covid-19: Institut Serum India Ajukan Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca

Agen-agen CIA Dikabarkan Sudah Masuk Libya

Agen-agen CIA Dikabarkan Sudah Masuk Libya

Polisi Malaysia: Parodi Indonesia Raya Dibuat Oleh Orang Indonesia di Indonesia

Polisi Malaysia: Parodi Indonesia Raya Dibuat Oleh Orang Indonesia di Indonesia

Babak Baru Perundingan Iran dan Barat Dimulai

Babak Baru Perundingan Iran dan Barat Dimulai

700 Prajurit AS Diperkirakan Mati di Iraq

700 Prajurit AS Diperkirakan Mati di Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya