Rabu, 13 Januari 2021 / 29 Jumadil Awwal 1442 H

Internasional

Lockdown Berarti Filipina akan Mengalami Lonjakan Kelahiran Tahun 2021

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Bayi
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemberlakukan penguncian wilayah di Filipina yang sangat ketat membuat banyak warga tidak dapat mengakses layanan keluarga berencana (KB) dan kemungkinan akan mengakibatkan negara itu mencatat rekor tertinggi jumlah kelahiran kurun 20 tahun terakhir.

Pembatasan pergerakan yang diberlakukan sejak Maret menghalangi baik pasien maupun petugas medis untuk mendatangi klinik selama beberapa bulan, dan sekarang kondom serta alat kontrasepsi lainnya langka di sejumlah daerah, menurut para pekerja kesehatan.

Nandy Senoc, direktur eksekutif pada Family Planning Organization of the Philippines (FPOP), mengatakan sementara stafnya terus bekerja selama lockdown, semua hasil kerja mereka dampaknya negatif. Fasilitas-fasilitas pemerintah secara resmi tetap buka, tetapi pada kenyataannya warga tidak dapat mengakses pelayanan.

Negara mayoritas berpenduduk Katolik itu sejauh ini mencatat 35.400 kasus coronavirus dan wilayah ibu kota Metro Manila yang paling parah terdampak. Total 1.244 orang tercatat meninggal dunia akibat coronavirus di negara itu.

FPOP mendorong para wanita agar menggunakan kontrasepsi jangka panjang, dan klinik-klinik yang dikelolanya memberikan suplai pil KB dalam jumlah besar kalau-kalau pembatasan pergerakan diberlakukan kembali.

“Namun, masalahnya sekarang kami kekurangan pasokan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa layanan kesehatan reproduksi tidak dianggap prioritas dalam kebijakan pemerintah selama pandemi, lansir The Guardian Senin (29/6/2020).

Diperkirakan jumlah wanita yang tidak dapat mengakses layanan KB selama lockdown naik seperlima menjadi 3.688.000. Proyeksi ini, yang dibuat oleh University of the Philippines Population Institute dan United Nations Population Fund (UNFPA) memperkirakan tambahan 214.000 bayi akan dilahirkan tahun depan sebagai akibat kehamilan tidak terencana yang disebabkan lockdown semasa wabah coronavirus. Itu artinya kemungkinan akan ada 1,9 juta kelahiran pada tahun 2021, terbanyak dari tahun manapun sejak 2000.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sebut Penanganan Xinjiang Penanggulangan Teroris, China Klaim Didukung Banyak Negara

Sebut Penanganan Xinjiang Penanggulangan Teroris, China Klaim Didukung Banyak Negara

Al Qaradhawi: Akal Sehat dan Wahyu Adalah Cahaya di Atas Cahaya

Al Qaradhawi: Akal Sehat dan Wahyu Adalah Cahaya di Atas Cahaya

Amerika Serikat dan Turki Intervensi Lembaga Peradilan, Hakim Mahkamah PBB Mundur

Amerika Serikat dan Turki Intervensi Lembaga Peradilan, Hakim Mahkamah PBB Mundur

Jeddah Amankan >800 Pengemis Sejak Ramadhan

Jeddah Amankan >800 Pengemis Sejak Ramadhan

Parlemen Pakistan Kutuk Penggerebekan Rumah Bin Ladin oleh AS

Parlemen Pakistan Kutuk Penggerebekan Rumah Bin Ladin oleh AS

Baca Juga

Berita Lainnya