Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Korea Utara Putus Semua Jalur Komunikasi dengan Selatan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya akan memutus semua jalur komunikasi antar-Korea dengan Selatan, termasuk jalur khusus yang menghubungkan pemimpin nasional kedua negara.

Sambungan telepon harian, yang dilakukan lewat sebuah kantor penghubung yang terletak di kota perbatasan Korea Utara Kaesong, akan dihentikan mulai hari Selasa (9/6/2020, lansir BBC.

Kedua negara mendirikan kantor itu guna mengurangi ketegangan menyusul perundingan-perundingan pada tahun 2018.

Korut mengatakan ini merupakan rangkaian aksi pertama yang akan dilakukannya terhadap Korea Selatan, yang disebutnya sebagai “musuh”.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam keadaan berperang, karena tidak ada perjanjian damai yang disepakati ketika Perang Korea berakhir pada tahun 1953.

Korea Utara akan memutus seluruh jalur dan menutup kantor penghubung komunikasi antara otoritas Utara dan Selaran, yang selama ini dilakukan melalui kantor penghubung bersama Utara-Selatan … mulai pukul 12:00 tanggal 9 Juni 2020,” lapor kantor berita resmi pemerintah Pyongyang Korean Central News Agency (KCNA).

Korut mengatakan saluran-saluran komunikasi militer juga akan ditutup.

Ketika kantor penghubung ditutup sementara pada bulan Januari disebabkan Covid-19, kontak antara kedua negara dilakukan melalui telepon.

Kedua Korea melakukan dua panggilan telepon sehari melalui kantor tersebut, pada pukul 09:00 dan 17:00. Hari Senin, pihak Selatan mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam 21 bulan, panggilan teleponnya di pagi hari tidak dijawab, meskipun ada kontak pada petang harinya.

Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong-un yang diduga kuat akan menjadi pewaris kursi kekuasaan negeri itu, pekan lalu mengancam akan menutup kantor penghubung itu kecuali Korea Selatan menghentikan aksi kelompok-kelompok defektor Korut yang mengirim selebaran ke wilayah Utara.

Kim Yo-jong mengatakan selebaran itu merupakan tindakan pelanggaran kesepakatan perdamaian yang dibuat dalam konferensi tingkat tinggi di Panmunjom 2018 antara pemimpin Korsel Moon Jae-in dan Kim Jong-un.

Para defektor Korea Utara adakalanya mengirimkan balon-balon pembawa selebaran berisi pandangan kritis tentang pemerintahan komunis Korea Utara. Supaya warga Korut mau mengambil selebaran itu, biasanya balon dilengkapi juga dengan makanan atau barang.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Menteri Kehakiman Israel Sebut Gerakan Boikot Bentu “Terorisme”

Menteri Kehakiman Israel Sebut Gerakan Boikot Bentu “Terorisme”

FORKOMMI Bagi Paket Lebaran pada TKW di Malaysia

FORKOMMI Bagi Paket Lebaran pada TKW di Malaysia

Obama Akan Bertemu Abbas dan Netanyahu di Gedung Putih

Obama Akan Bertemu Abbas dan Netanyahu di Gedung Putih

Coronavirus: Pengadilan Prancis Bilang Rumah Ibadah Harus Dibuka

Coronavirus: Pengadilan Prancis Bilang Rumah Ibadah Harus Dibuka

Turki Tawarkan Pendidikan Gratis Anak-Anak Suriah

Turki Tawarkan Pendidikan Gratis Anak-Anak Suriah

Baca Juga

Berita Lainnya