Kamis, 4 Maret 2021 / 21 Rajab 1442 H

Internasional

Diduga Langgar Lockdown, Usai Pesta Pangeran Muda Belgia Terjangkit Covid-19

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang pangeran muda Belgia terjangkit coronavirus setelah menghadiri pesta semasa lockdown di Spanyol, kata istana kerajaan negara itu.

Pangeran Joachim, 28, pergi meninggalkan Belgia menuju Spanyol untuk mengikuti magang pada tanggal 26 Mei, kata istana seperti dilansir BBC Sabtu (30/5/2020).

Dua hari kemudian, dia pergi ke suatu pesta di kota Kordoba di selatan Spanyol, sebelum dites positif Covid-19.

Berbagai laporan di Spanyol menyebutkan bahwa Joachim, keponakan Raja Belgia Philippe, merupakan satu dari 27 orang yang menghadiri pesta itu.

Berdasarkan aturan lockdown di Kordoba, pesta dengan jumlah orang sebanyak itu melanggar aturan, karena di sana pertemuan dibatasi maksimal 15 orang.

Kepolisian Spanyol memulai penyelidikan atas kasus itu. Mereka yang terbukti melanggar aturan lockdown terancam denda hingga €10.000 ($11.100).

Semua orang yang mengikuti pesta itu kabarnya sudah dikarantina. Pangeran Joachim, putra bungsu Putri Astrid dan urutan ke-10 dalam garis pewaris tahta Belgia, dikabarkan mengalami gejala ringan Covid-19.

Rafaela Valenzuela, seorang perwakilan pemerintah Spanyol di Kordoba, mengecam pesta itu dan menyebut perilaku orang-orang itu tidak bertanggung jawab.

“Saya terkejut dan marah. Kejadian seperti ini terjadi ketika bangsa ini sedang berduka dikarenakan banyaknya kematian,” ujarnya.

Pesta tersebut pertama kali diungkap oleh koran Spanyol El Confidencial, yang mengutip dokumen dari otoritas di Andalusia tetapi tidak menyebut soal pangeran Belgia itu.

Media Belgia kemudian mengkonfirmasi ke pihak istana kerajaan yang membenarkan bahwa Pangeran Joachim sedang berada di Spanyol, di mana dia tinggal.

Pangeran muda itu diketahui sejak lama memiliki hubungan asmara dengan seorang perempuan Spanyol, yang kabarnya bernama Victoria Ortiz.

Spanyol merupakan salah satu negara di dunia dengan angka infeksi dan kematian Covid-19 terbanyak. Per 30 Mei di Spanyol terdapat 239.228 infeksi dan 27.125 kematian menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University.

Saat ini Spanyol sedang melakukan pelonggaran aturan lockdown secara perlahan yang direncanakan dilakukan dalam 4 tahap. Aturan lockdown atau karantina wilayah yang diberlakukan di Spanyol termasuk salah satu yang paling ketat di dunia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Putri dan Menantu Tokoh Ikhwan, Khairat Syatir Dikabarkan Meninggal

Putri dan Menantu Tokoh Ikhwan, Khairat Syatir Dikabarkan Meninggal

Wanita Bercadar Calonkan Diri Jadi Presiden Prancis

Wanita Bercadar Calonkan Diri Jadi Presiden Prancis

Pemburu di Afsel Tewas Disantap Singa

Pemburu di Afsel Tewas Disantap Singa

Hamid Karzai Bicarakan Taliban dengan Pakistan

Hamid Karzai Bicarakan Taliban dengan Pakistan

Arkeolog Mengungkap Temuan Gereja Kuno di Ethiopia

Arkeolog Mengungkap Temuan Gereja Kuno di Ethiopia

Baca Juga

Berita Lainnya