Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Negara Semiskin Rwanda Punya 5 Robot Bantu Tangani Pasien Covid-19

Bagikan:

Hidayatullah.com—Lima robot humanoid telah didatangkan ke Rwanda di mana mereka akan membantu pemeriksaan coronavirus, mengirimkan makanan dan obat kepada pasien, serta bertindak sebagai tautan video-conferencing antara pasien dan dokter.

Masing-masing robot diberi nama khas Rwanda, Akazuba, Ikizere, Mwiza, Ngabo dan Urumuri, lansir BBC Rabu (20/5/2020).

Menurut Menteri Kesehatan Daniel Ngamije, tujuan utama penggunaan robot itu adalah mengurangi interaksi tenaga medis dengan pasien yang terpapar Covid-19 sehingga meredam potensi penularan.

“Kami membutuhkan robot-robot tambahan untuk tugas lain seperti disinfeksi tempat-tempat umum dan kami sedang berusaha untuk mendapatkannya,” imbuh Ngamije.

Robot-robot itu dibuat oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Belgia. Kementerian Kesehatan Rwanda mengatakan setiap unit robot mampu melakukan beberapa pekerjaan antara lain screening 50-150 pasien per menit, merekam dan menyimpan data medis pasien, memberitahukan tenaga medis tentang kejanggalan yang terjadi, memperingatkan orang yang tidak mengenakan masker atau menggunakannya secara tidak benar.

Rwanda memiliki dua fasilitas perawatan Covid-19, satu terletak di pinggiran ibu kota Kigali, dan satunya berada di kota Nyamata di wilayah bagian tenggara.

Kementerian kesehatan mengatakan terdapat 297 kasus infeksi coronavirus terkonfirmasi di negara itu, 203 pasien sembuh dan tidak ada pasien meninggal dunia.

Data Bank Dunia yang diperbarui April 2020 menyebutkan bahwa Rwanda, negara kecil di kawasan Afrika Timur yang tidak memiliki garis pantai, memiliki populasi 12,5 juta jiwa (2018). Sebelum ada wabah coronavirus negara itu sedang mengalami peningkatan di bidang ekonomi. Negara yang selama puluhan tahun mengalami konflik bersenjata dan kriminalitas bersenjata itu antara tahun 2001 dan 2014 sempat mengalami perbaikan kesejahteraan dengan berkurangnya angka kemiskinan nasional dari 59% dari populasi menjadi 39%. Namun, kondisinya stagnan antara tahun 2014 dan 2017, dan negara itu masih jauh lebih miskin dibandingkan dengan negara tetangganya yang lebih luas Republik Demokratik Kongo yang juga masih diliputi konflik bersenjata. *

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Disembah untuk Keabadian Mumi Biksu Nyaris Dijual ke Pasar Gelap

Disembah untuk Keabadian Mumi Biksu Nyaris Dijual ke Pasar Gelap

$40 Miliar untuk 3 Negara Arab Sebagai Bagian ‘Kesepakatan Abad Ini’

$40 Miliar untuk 3 Negara Arab Sebagai Bagian ‘Kesepakatan Abad Ini’

Terdampar di Pesisir Barat Tasmania, 380 Paus Pilot Mati

Terdampar di Pesisir Barat Tasmania, 380 Paus Pilot Mati

Polisi Amerika Serikat Tembak Mati 1.000 Orang TiapTahun

Polisi Amerika Serikat Tembak Mati 1.000 Orang TiapTahun

Imigran Jadi Kambing Hitam di Yunani

Imigran Jadi Kambing Hitam di Yunani

Baca Juga

Berita Lainnya