Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Aktivis HAM Eritrea Gugat Uni Eropa ke Pengadilan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Para pegiat hak asasi manusia menggugat Uni Eropa, menuntut agar menghentikan pendanaan proyek yang menurut mereka menggunakan tenaga buruh paksa.

Dilansir BBC Kamis (14/5/2020), Foundation Human Rights for Eritreans (FHRE) mengatakan peserta wajib militer di Eritrea dimanfaatkan oleh pemerintah dan mereka “terjebak dalam masa bakti yang tidak jelas batas akhirnya.”

FHRE, yang berbasis di Belanda, menuding Uni Eropa gagal melakukan pengecekan yang layak sebelum menggelontorkan lebih dari $85 juta untuk mendanai pembuatan jalan yang menghubungkan Eritrea dengan Ethiopia.

Komisi Eropa mengatakan pihaknya bertindak sesuai dengan koridor hukum.

Pemerintah Eritrea mengeluhkan gugatan yang dilayangkan di Amsterdam itu, yang disebutnya sebagai bagian kampanye hitam oleh lawan-lawannya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pernah menggambarkan wajib militer yang tidak jelas masa baktinya di Eritrea itu sebagai salah satu bentuk perbudakan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Gereja Anglikan Setujui Uskup Homo

Gereja Anglikan Setujui Uskup Homo

Temuan Baru, ‘Kamp Rahasia’  Penjara Muslim Uighur di China [3]

Temuan Baru, ‘Kamp Rahasia’  Penjara Muslim Uighur di China [3]

Di Hadapan Parlemen Presiden Prancis Berjanji akan Menghancurkan ISIS

Di Hadapan Parlemen Presiden Prancis Berjanji akan Menghancurkan ISIS

Penyelundupan Narkoba di Jerman Melonjak di Tahun 2019

Penyelundupan Narkoba di Jerman Melonjak di Tahun 2019

Konstitusi Diubah, Xi Jinping Boleh Jadi Presiden China Seumur Hidup

Konstitusi Diubah, Xi Jinping Boleh Jadi Presiden China Seumur Hidup

Baca Juga

Berita Lainnya