Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Aparat Nigeria Tangkap Dua WN China yang Menyodorkan Suap $250.000

Bagikan:

Hidayatullah.com—Badan antikorupsi di Nigeria, Economic and Financial Crimes Commission (EFCC), telah menangkap dua warga negara China dengan tuduhan menyodorkan uang suap senilai $250.000 dalam mata uang lokal ke salah satu pejabat seniornya.

Meng WeiKun dan Xu Koi ditangkap hari Selasa (12/5/2020) di dalam kantor mereka di kota Sokoto ketika mereka memberikan tumpukan uang yang dikemas dalam kardus-kardus bekas air minum kemasan ke seorang petugas menyamar yang berpura-pura menerima uang suap itu, kata EFCC seperti dilansir BBC.

Dikatakan uang suap itu dibayarkan sebagai upaya menghentikan penyelidikan dugaan korupsi jutaan dolar yang melibatkan sebuah perusahaan konstruksi China di Nigeria di mana kedua WN China itu bekerja.

EFCC mengatakan pihaknya menyelidiki dugaan korupsi berkaitan dengan kontrak $130 juta untuk pembuatan jalan dan proyek pengadaan air.

Lembaga antikorupsi itu juga sedang menyelidiki dugaan pencucian uang.

Kontrak itu diberikan oleh pemerintah negara bagian Zamfara kepada perusahaan China Zhonghoa Nigeria Limited antara 2012 dan 2019.

Baik pihak perusahaan China maupun petingginya tidak ada yang berkomentar soal masalah itu.

Penangkapan staf perusahaan asing yang berkaitan dengan korupsi sangat jarang terjadi di Nigeria.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pidato Pertama Presiden Terpilih Jerman Sentil Erdogan

Pidato Pertama Presiden Terpilih Jerman Sentil Erdogan

Muslim Louisville Beli Bekas Gereja untuk Sekolah Islam

Muslim Louisville Beli Bekas Gereja untuk Sekolah Islam

Ramal Kematian Presiden Mugabe, Pastor Zimbabwe Ditangkap

Ramal Kematian Presiden Mugabe, Pastor Zimbabwe Ditangkap

Hong Kong Waspada Kemunculan Penyakit Pernapasan Misterius

Hong Kong Waspada Kemunculan Penyakit Pernapasan Misterius

Amnesty: Bunuh Warga Sipil di Afghanistan, Amerika Selalu Gagal Mengadili Tentaranya

Amnesty: Bunuh Warga Sipil di Afghanistan, Amerika Selalu Gagal Mengadili Tentaranya

Baca Juga

Berita Lainnya