Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Perekonomian Malaysia Kehilangan RM2,4 Miliar Sehari Sejak Pembatasan Covid-19 Diberlakukan

Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Perekonomian negara kehilangan RM2,4 miliar per hari sejak bisnis ditangguhkan selama pembatasan pergerakan diberlakukan, kata Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Meskipun demikian, kata PM Malaysia itu dalam wawancara khusus di televisi, movement control order (MCO) itu diperlukan guna meredam penyebaran Covid-19 dan menyelamatkan nyawa manusia.

Dia mengatakan perekonomian akan terdampak lebih buruk apabila pemerintah tidak segera menerapkan MCO, bahkan bisa melumpuhkan perekonomian secara keseluruhan.

Muhyiddin juga mengatakan bahwa kebijakan MCO bukan perkara mudah dan membutuhkan perencanaan seksama.

“Apabila MCO terus berlanjut tanpa perencanaan yang benar, perekonomian yang telah kita bangun selama enam dekade akan ambruk. Itu mengapa paket stimulus ekonomi RM260 miliar diluncurkan dengan tujuan melindungi perekonomian,” kata Muhyiddin dalam wawancara hari Sabtu (25/4/2020) itu seperti dikutip Bernama.

Muhyiddin mengatakan satu prioritas utamanya adalah memastikan seminimal mungkin orang kehilangan pekerjaan menyusul MCO yang sekarang sudah diperpanjang hingga 12 Mei.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi Istanbul Balas Dendam untuk Berkin Elvan

Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi Istanbul Balas Dendam untuk Berkin Elvan

Kejaksaan Swiss Sita 11 Mobil Mewah Milik Wakil Presiden Guinea Khatulistiwa

Kejaksaan Swiss Sita 11 Mobil Mewah Milik Wakil Presiden Guinea Khatulistiwa

Islamophobia Hanya Akan Mengakibatkan Perpecahan Islam-Barat

Islamophobia Hanya Akan Mengakibatkan Perpecahan Islam-Barat

Presiden Tanzania Imbau Guru dan Orangtua Pukul Anak Sebagai Hukuman

Presiden Tanzania Imbau Guru dan Orangtua Pukul Anak Sebagai Hukuman

Pekerja Lintas Batas Prancis Protes Pemeriksaan Covid-19 Jerman

Pekerja Lintas Batas Prancis Protes Pemeriksaan Covid-19 Jerman

Baca Juga

Berita Lainnya