Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tak Ada Data yang Hubungkan Jamaah Tabligh dengan Penyebaran Covid-19

Bagikan:

Hidayatullah.com-Tiga hari setelah Shivraj Singh Chouha, Kepala Menteri di negara bagian Madhya Pradesh menyalahkan acara Jamaah Tabligh atas lonjakan kasus virus corona atau Covid-19 di negaranya, para pakar dan ahli pada hari Senin (13/4) menyangkal klaimnya.

Negara bagian ini muncul sebagai salah satu titik terpanas di India, melaporkan 564 kasus dengan lebih dari 50 kematian sejauh ini. Kota kembar bersejarah Indore dan ibu kota provinsi Bhopal masing-masing telah melaporkan 281 dan 131 kasus positif. Sebanyak 30 orang telah meninggal di Indore dan tiga di Bhopal seperti yang dilaporkan Anadolu Agency.

Pada 11 April, Shivraj Singh Chouhan mengatakan pada Perdana Menteri Narendra Modi dalam konferensi video bahwa lonjakan kasus disebabkan oleh orang-orang, yang kembali dari Delhi setelah menghadiri tabligh akbar Jamaah Tabligh dari 13 sampai 15 Maret di kantor pusatnya, dikenal sebagai Markaz di wilayah Nizamuddin.

“Masalahnya telah meningkat di Madhya Pradesh, seperti bagian lain negara itu, karena mereka yang telah kembali dari Markaz,” katanya.

Namun, pakar dan pejabat pemerintah provinsi mengatakan bahwa itu belum dapat dibuktikan secara meyakinkan jika peserta acara Jamaah Tabligh dianggap bertanggung jawab atas penularan virus di Bhopal dan Indore. Sejauh ini, 20 anggota Jamaah Tabligh yang telah kembali dari ijtima’ telah dinyatakan positif di Bhopal.

Berbicara kepada  Anadolu di telepon, Rahul Rokade dari Mahatma Gandhi Memorial Medical College di Indore mengatakan mereka tidak memiliki data untuk menghubungkan penyebaran pandemi di Bhopal dan Indore terhadap Jamaah Tabligh.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa anggota dari JT menyebabkan lonjakan kasus korona di Madhya Pradesh,” katanya.

Pejabat Terinfeksi

Laporan media lokal menyalahkan tiga pejabat senior pemerintah karena menyebarkan virus, dengan menghadiri pertemuan dan menghindari jarak sosial meskipun menunjukkan gejala penyakit.

Sekretaris Utama (Kesehatan) Pallavi Jain Govil, Direktur Tambahan Veena Sinha dan Wakil Direktur Virendra Kumar Chaudhary dinyatakan positif terkena virus pada 4 April. Laporan mengatakan bahwa putra Govil dan Sinha telah kembali dari AS.

Beberapa laporan media menyatakan bahwa mereka tidak mengungkapkan sejarah perjalanan mereka kepada pihak berwenang. Kedua pejabat senior itu diyakini telah tertular virus dari putra mereka. Govil terus menghadiri pertemuan resmi bahkan yang diketuai oleh kepala menteri, meskipun menunjukkan gejala Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Kesehatan J Vijay Kumar juga dinyatakan positif. Sejauh ini 12 personel polisi dan anggota keluarga mereka dinyatakan positif di ibu kota Bhopal.

Pada 7 April, tiga anggota Jamaah Tabligh dinyatakan positif di Indore. Dalam banyak kasus, para ahli gagal menemukan sumber wabah, karena banyak pasien tidak memiliki riwayat perjalanan.

Chouhan mengambil alih sebagai kepala menteri pada 23 Maret setelah drama politik tinggi yang menggulingkan pemerintah yang dipimpin oleh oposisi. Dia masih akan membentuk kabinet.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Mesir Menangkap Jenderal ‘Penantang’ Presiden Al-Sisi

Pemerintah Mesir Menangkap Jenderal ‘Penantang’ Presiden Al-Sisi

Pro-Kontra Washington dalam Rencana Penambahan Pasukan ke Afghanistan

Pro-Kontra Washington dalam Rencana Penambahan Pasukan ke Afghanistan

Raja Perintahkan Lockdown di Makkah, Madinah dan Riyadh

Raja Perintahkan Lockdown di Makkah, Madinah dan Riyadh

Bekas Presiden Amerika George Bush Senior Dirawat di Ruang Intensif

Bekas Presiden Amerika George Bush Senior Dirawat di Ruang Intensif

Di Nigeria Bayar Sekolah Bisa Pakai Sampah Botol Plastik

Di Nigeria Bayar Sekolah Bisa Pakai Sampah Botol Plastik

Baca Juga

Berita Lainnya