Dokter Ternama Sudan Ahli Transplantasi Wafat di London karena Coronavirus

Dokter Ternama Sudan Ahli Transplantasi Wafat di London karena Coronavirus
El Tayar menjalani isolasi mandiri setelah mengalami gejala Covid-19 pada pertengahan Maret dan dilarikan ke rumah sakit pada 20 Maret.

Terkait

Hidayatullah.com—Seorang dokter ahli transplantasi organ asal Sudan meninggal dunia di London, karena coronavirus. Dia adalah dokter bedah pertama yang bekerja untuk otoritas kesehatan publik Inggris (NHS) pertama yang wafat akibat Covid-19.

Adil El Tayar dengan keahliannya pernah bekerja di sejumlah tempat, termasuk Arabia Saudi, serta di rumah sakit St Mary’s dan St George’s di London.

Keluarganya mengatakan Dr. El Tayar wafat pada 25 Maret di West Middlesex University Hospital di Isleworth, bagian barat London.

El Tayar menjalani isolasimandiri setelah mengalami gejala Covid-19 pada pertengahan Maret dan dilarikan ke rumah sakit pada 20 Maret.

Dokter berusia 63 tahun itu dites positif coronavirus dan menghabiskan masa-masa akhir hidupnya di ruangan perawatan intensif, kata sepupunya Dr.Hisham El Khidr seperti dilansir BBC Ahad (29/3/2020).

Putranya sangat ketakutan dia tidak akan sembuh. Penyakit ini sungguh mengerikan dan akan menyebabkan lebih banyak keluarga bersedih di pekan-pekan mendatang,” ujarnya.

Adil merupakan sosok yang sangat sentral dalam keluarga kami, yang dihormati banyak orang,”imbuhnya.

Sejakkematiannya hari Rabu, saya mendapatkan ratusan pesan singkat dari kolega dan teman. Dia akan sangat dirindukan.”

El Tayar lulus dari Universitas Khartoum pada tahun 1982 dan pindah ke Inggris pada tahun 1996, di mana dia melanjutkan pendidikannya di University of West London.

Dia bekerja sebagai dokter bedah transplantasi organ di St George’s Hospital, Tooting, sebelum pindnah ke Arab Saudi pada 2007, di mana dia selama 3 tahun bekerja di Rumah Sakit Umum Raja Fahd di Jeddah.

Tahun 2011, El Tayar pulang kembali ke negara asalnya Sudan dan membantu mendirikan program transplantasi organ dan bekerja di RS Ibn Sina di Khartoum.

Dia kemudian bekerja lagi di St George’s Hospital sebagai dokter bedah pengganti.

Koleganya Dr. Abbas Ghanzafar memuji El Tayar sebagai seorang dokter pekerja keras dan mendedikasikan keahliannya untuk membantu banyak orang. “Dia kolega yang sangat luar biasa, seorang yang sangat rendah hati.”

Di hari-hari sebelum jatuh sakit, dia bekerja di sebuah rumah sakit di kawasan Midlands dan dia yakin terlutar penyakit itu di sana, kata El Khidr.

Dia tinggal di London, tetapi dia bekerja sehari-hari di Midlands. Saya bertanya kepadanya kira-kira dimana dia tertular virus itu. Dan dia mengatakan bahwa hari-harinya kebanyakan dihabiskan bekerja, makan di kantin lalu kembali ke ruangannya,” cerita El Khidr.

Kami merasa dokter saat ini sungguh sangat rentan tertular penyakit ini dan mereka membutuhkan perlindungan lebih dari apa yang ada saat ini. Kami para dokter merasa seperti ‘sitting duck’ (target yang mudah diserang).”

Ketika Pangeran Charles, Perdana Menteri [Inggris Boris Johnson] dan Menteri Kesehatan [Inggris Matt Hancock] juga terjangkit penyakit ini, jelas sekali ada yang tidak beres,” imbuhnya.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !