Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Coronavirus: Pastikan Warganya Tidak Berkeliaran, Prancis Kerahkan Drone

Bagikan:

Hidayatullah.com—Polisi di Prancis menggunakan teknologi drone terbaru, serta helikopter, untuk memastikan warga tetap tinggal di rumah dan tidak bebas berkeliaran selama lockdown pencegahan penularan coronavirus berlaku.

“Helikopter akan memberikan pandangan yang lebih luas tentang situasi real time guna membantu petugas patroli di lapangan,” kata Kepolisian Nasional Prancis seperti dilansir RFI Ahad (22/3/2020).

Helikopter-helikopter kepolisian terlihat melayang di langit Paris, termasuk kawasan dekat menara Eiffel dan taman di sekitarnya, guna memastikan tidak ada warga yang berkeliaran di tempat umum tanpa keperluan mendesak.

Prancis memberlakukan ketentuan tinggal di rumah kepada seluruh penduduknya selama dua pekan, sebagai bagian dari upaya meredam penularan coronavirus.

Warga hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk keperluan belanja kebutuhan rumah, ke apotik atau toko obat, atau berolahraga ringan dengan radius tidak lebih dari 2 kilometer dari tempat tinggal mereka.

Larangan bepergian juga berlaku bagi para pekerja di berbagai sektor, dan pegawai diminta bekerja dari rumah. Hanya pekerja yang dianggap esensial dikecualikan dari larangan itu, seperti pekerja rumah sakit, petugas SPBU, atau karyawan toko barang kebuhan harian.

Polisi di Nice dikabarkan sudah lebih dulu mengerahkan drone untuk membantu polisi dan sebagai corong peringatan bagi warga agar mematuhi peraturan yang berlaku selama lockdown.

“Semua perjalanan luar rumah dilarang kecuali yang dikecualikan. Dimohon agar mematuhi batasan jarak keselamatan, yaitu sedikitnya satu meter antara orang dengan orang lainnya,” bunyi yang keluar dari pengeras suara berkekuatan 100 decibel yang ditempelkan di drone berulang-ulang. Drone tersebut dikendalikan oleh perusahaan Drone06, milik seorang mantan anggota kepolisian Sabri ben Hassen.

“Sebagai perbandingan, sebuah pesawat Airbus menghasilkan kebisingan berkekuatan 120 decibel,” kata Hassen.

Wali Kota Nice Christian Estrosi menggunakan kewenangannya untuk memberlakukan jam malam dari pukul 23:00 sampai 07:00 di kota itu. Inisiatif ini belum ditiru oleh Paris atau daerah lainnya di Prancis.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

1 Orang Tewas Dalam Kerusuhan Anti Muslim di Sri Lanka

1 Orang Tewas Dalam Kerusuhan Anti Muslim di Sri Lanka

Pasangan Bulan Madu Australia Bawa Covid-19 ke Kaledonia

Pasangan Bulan Madu Australia Bawa Covid-19 ke Kaledonia

Kasus Korupsi Mantan PM dan Putra Mubarak Dihentikan

Kasus Korupsi Mantan PM dan Putra Mubarak Dihentikan

Mesir Tunda Pembubaran Al-Ikhwan

Mesir Tunda Pembubaran Al-Ikhwan

Masjid Al Aqsha Dilecehkan Pemukim Yahudi

Masjid Al Aqsha Dilecehkan Pemukim Yahudi

Baca Juga

Berita Lainnya