Dompet Dakwah Media

Tujuh Wali Kota Jerman Memohon Diperbolehkan Terima Pengungsi Anak

Tujuh Wali Kota Jerman Memohon Diperbolehkan Terima Pengungsi Anak
Anak Muslim di Jerman.

Terkait

Hidayatullah.com—Wali kota tujuh kota di Jerman mengajukan permohonan kepada pemerintah agar diperbolehkan menampung ribuan pengungsi anak di bawah umur. Langkah itu diambil setelah parlemen federal menolak mosi untuk menerima anak-anak yang dikirim dari kamp pengungsi di Yunani.

Wali kota Cologne, Düsseldorf, Potsdam, Hanover, Freiburg, Rottenburg dan Frankfurt (Oder), serta Menteri Dalam Negeri Niedersachsen Boris Pistorius, menandatangani permohonan tersebut, lansir DW Jumat (6/3/2020). Permohonan diajukan dua hari setelah Bundestag (majelis rendah parlemen Jerman) menolak mosi untuk menerima ribuan pencari suaka di bawah umur dari kamp-kamp pengungsi di Yunani.

Situasi di pulau-pulau Yunani beberapa hari terakhir semakin memburuk, demikian ditulis dalam pernyataan berasama ketujuh wali kota itu yang dipublikasikan jaringan media RND yang berbasis di Hanover.

Surat tersebut menyoroti bahwa 140 kota di Jerman sudah menyatakan wilayah mereka sebagai “safe haven” bagi para pengungsi. Para wali kota itu meminta pemerintah segera membuat jalur hukum sehingga kota-kota itu dapat mengakomodasi para pengungsi.

Menurut pernyataan itu, aliansi Cities of Safe Havens, jaringan 13 kota dan komunitas di Jerman, serta pemerintah daerah Jerman lainnya menyatakan siap untuk segera menampung sampai 500 pengungsi anak yang tidak memiliki pendamping yang berusia di bawah 14 tahun dalam kerangka program kedaruratan.

Ditambahkan pula bahwa kemampuan setiap kota untuk menampung para pengungsi anak tersebut sudah dikaji, dan di sana tersedia fasilitas akomodasi, pendidikan serta perawatan untuk pengungsi anak.

Kota-kota itu akan memprioritaskan anak yang orangtuanya sudah wafat dan yang seorang diri di kamp pengungsian.

Hari Rabu (4/3/2020), Bundestag menolak mosi yang diajukan Partai Hijau yang meminta agar Jerman menampung 5.000 pengungsi anak di bawah umur yang dikirim dari kamp pengungsi di Yunani. Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, yang sejak lama bersikap keras terhadap migran dan pengungsi, mengatakan Jerman hanya akan mengambilpengungsi sebagai bagian dari inisiatif Uni Eropa.

Jerman merupakan salah satu negara yang paling diminati oleh pencari suaka selama krisis migran Eropa 2015. Negara itu kebanjiran lebih dari 1 juta pencari suaka antara Januari dan Desember 2015.

Pemerintah Jerman terus memantau situasi di perbatasan Yunani-Turki, setelah pemerintah Ankara pada bulan Februari mengatakan tidak akan lagi menghentikan kepergian para pengungsi dan migran untuk memasuki wilayah Uni Eropa.

Pengumuman Turki itu, yang efektif mencabik-cabik kesepakatan migran 2016 dengan UE, menyebabkan ribuan migran dan pengungsi yang ada di Turki bergerak mendekati perbatasan Yunani dan Bulgaria. Kedua negara anggota Uni Eropa itu telah mengirimkan pasukan keamanan ke daerah perbatasan mereka dengan Turki untuk mencegah masuk para migran dan pengungsi.

Yunani dari tahun ke tahun kebanjiran pengungsi dari Turki. Pada tahun 2019, negara kecil itu kedatangan lebih dari 60.000 pencari suaka yang mendarat di pulau-pulau

terluarnya di Laut Aegea. Kamp pengungsi yang terdapat di pulau-pulau itu sudah sejak lama penuh sesak dan kekurangan pangan, pakaian serta obat-obatan.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !