Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

WHO Minta Google, Facebook Dkk Atasi Fake News Tentang Coronavirus

ist.
[Ilustrasi] Media sosial.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Organisasai Kesehatan Dunia (WHO) mendesak perusahaan-perusahaan teknologi mengambil tindakan lebih keras guna menanggulangi kabar bohong (fake news) seputar coronavirus.

Dorongan itu disampaikan ketika perwakilan WHO berkunjung ke Silocon Valley untuk berbicara langsung dengan perusahaan-perusahaan tekonologi tentang penyebaran informasi palsu.

WHO menyebut penyebaran informasi palsu seputar wabah coronavirus sekarang ini sebagai “infodemic”.

Andrew Pattison, manajer solusi bisnis digital untuk WHO, penyebaran berita palsu tentang coronavirus justru merebak lebih cepat dibanding virus bibit penyakitnya sendiri. Klaim-klaim seperti, misalnya, bahwa coronavirus menyebar dengan memakan sup kekelawar atau dapat disembuhkan dengan makan bawang putih marak di internet.

Pattison berbicara dalam pertemuan perusahaan-perusahaan teknologi yang digelar di kantor pusat Facebook di Mountain View California hari Kamis (13/2/2020). Pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Google, Apple, Airbnb, Lyft, Uber dan Salesforce.

Sebelumnya pada pekan yang sama dia menggelar pertemuan dengan Amazon di markas besarnya di Seattle, lapor BBC.

Sejak wabah coronavirus merebak –yang dinyatakan WHO sebagai darurat kesehatan publik– beragam buku tentang penyakit itu yang disebut Pattison tidak “berdasarkan sains” banyak dijual secara online.

WHO juga prihatin sebab ketika pengguna melakukan pencarian dengan kata “coronavirus” di Amazon, tampilan yang muncul banyak berupa masker penutup wajah dan vitamin C. Padahal vitamin C masuk dalam daftar fake news tentang obat penyembuh coronavirus.

Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok sudah mengarahkan pengguna ketika melakukan pencarian dengan kata coronavirus ke situs WHO dan organisasi mitranya atau ke organisasi kesehatan lokal.

Sementara itu pengguna mesin pencari Google ditampilkan berita dan tips keselamatan.

Facebook mengatakan akan menggunakan jaringannya untuk melakukan pengecekan fakta guna membantah kabar bohong yang beredar.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Ganzuri Tidak Bisa Ngantor

Pemerintah Ganzuri Tidak Bisa Ngantor

MSF: 16 Lagi Korban Kelaparan di Madaya, Suriah

MSF: 16 Lagi Korban Kelaparan di Madaya, Suriah

Larangan Merokok di Rumah Sakit dan Taman Bermain di Wales

Larangan Merokok di Rumah Sakit dan Taman Bermain di Wales

Presiden Mursy Adakan Pertemuan Persiapan Referendum

Presiden Mursy Adakan Pertemuan Persiapan Referendum

Bostwana Dekriminialisasi Homoseksual

Bostwana Dekriminialisasi Homoseksual

Baca Juga

Berita Lainnya