WHO Minta Google, Facebook Dkk Atasi Fake News Tentang Coronavirus

WHO Minta Google, Facebook Dkk Atasi Fake News Tentang Coronavirus
ist.
[Ilustrasi] Media sosial.

Terkait

Hidayatullah.com—Organisasai Kesehatan Dunia (WHO) mendesak perusahaan-perusahaan teknologi mengambil tindakan lebih keras guna menanggulangi kabar bohong (fake news) seputar coronavirus.

Dorongan itu disampaikan ketika perwakilan WHO berkunjung ke Silocon Valley untuk berbicara langsung dengan perusahaan-perusahaan tekonologi tentang penyebaran informasi palsu.

WHO menyebut penyebaran informasi palsu seputar wabah coronavirus sekarang ini sebagai “infodemic”.

Andrew Pattison, manajer solusi bisnis digital untuk WHO, penyebaran berita palsu tentang coronavirus justru merebak lebih cepat dibanding virus bibit penyakitnya sendiri. Klaim-klaim seperti, misalnya, bahwa coronavirus menyebar dengan memakan sup kekelawar atau dapat disembuhkan dengan makan bawang putih marak di internet.

Pattison berbicara dalam pertemuan perusahaan-perusahaan teknologi yang digelar di kantor pusat Facebook di Mountain View California hari Kamis (13/2/2020). Pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Google, Apple, Airbnb, Lyft, Uber dan Salesforce.

Sebelumnya pada pekan yang sama dia menggelar pertemuan dengan Amazon di markas besarnya di Seattle, lapor BBC.

Sejak wabah coronavirus merebak –yang dinyatakan WHO sebagai darurat kesehatan publik– beragam buku tentang penyakit itu yang disebut Pattison tidak “berdasarkan sains” banyak dijual secara online.

WHO juga prihatin sebab ketika pengguna melakukan pencarian dengan kata “coronavirus” di Amazon, tampilan yang muncul banyak berupa masker penutup wajah dan vitamin C. Padahal vitamin C masuk dalam daftar fake news tentang obat penyembuh coronavirus.

Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok sudah mengarahkan pengguna ketika melakukan pencarian dengan kata coronavirus ke situs WHO dan organisasi mitranya atau ke organisasi kesehatan lokal.

Sementara itu pengguna mesin pencari Google ditampilkan berita dan tips keselamatan.

Facebook mengatakan akan menggunakan jaringannya untuk melakukan pengecekan fakta guna membantah kabar bohong yang beredar.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !