Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pengadilan Spanyol: Boleh Potong Gaji Karyawan yang Pakai Jam Kerja untuk Merokok

Puntung rokok di Prancis.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah perusahaan yang tidak membayar karyawannya kerena sengaja berhenti bekerja sejenak untuk merokok dimenangkan perkaranya di pengadilan tinggi Spanyol.

Perusahaan energi Galp mengatakan memberlakukan hukum di Spanyol ketika memangkas upah berdasarkan waktu yang dipakai karyawannya untuk merokok di jam kerja.

Perubahan terbaru dalam undang-undang di Spanyol mengharuskan perusahaan mencatat waktu masuk dan keluar dari tempat kerja setiap karyawan.

Pemantauan ini dimaksudkan untuk mencegah eksploitasi dan meningkatkan fleksibilitas jam kerja yang diberlakukan. Perubahan UU itu ingin mengatasi masalah kerja lembur yang tidak dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawannya. Pasalnya, pada tahun 2019 saja hampir 3 juta jam kerja lembur tidak dibayarkan perusahaan.

Namun, rupanya UU itu menimbulkan konsekuensi tak terpikirkan sebelumnya bagi sekitar 10 juta perokok di Spanyol.

Dengan mencatat kapan seorang karyawan pergi meninggalkan dan datang ke kantor, perusahaan dapat menghitung berapa banyak waktu yang dihabiskannya di meja kerja.

Karyawan Galp yang pergi meninggalkan tempat kerjanya untuk makan, minum kopi atau merokok pada jam kerja atau di luar waktu istirahat, jangan berharap akan dibayar penuh.

Pengadilan tinggi Spanyol itu merujuk pada keputusan pengadilan sebelumnya bahwa pekerja tidak berhak atas upah untuk waktu istirahat atau jeda yang dipakainya sarapan, merokok atau minum kopi, lansir BBC Selasa (11/2/2020).

Serikat pekerja yang membawa kasus itu ke pengadilan menyatakan akan banding.

Pekerja di Spanyol jumlah jam kerjanya setiap tahun lebih banyak dibanding mayoritas negara Eropa, kecuali Italia dan Portugal.

Pada tahun 2018, perusahaan di Spanyol boleh memberlakukan jam kerja hingga 1.701 jam. Bandingkan di Jerman yang paling banyak 1.363 jam dan di Inggris 1.538 jam.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pengunjung Tak Percaya Holocaust, Sachsenhausen Memorial Camp Ajukan Gugatan Pidana

Pengunjung Tak Percaya Holocaust, Sachsenhausen Memorial Camp Ajukan Gugatan Pidana

Lawan Kanker 10 Wanita Saudi Panjat Everest

Lawan Kanker 10 Wanita Saudi Panjat Everest

Tutup 30 Tahun Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaan di Somalia

Tutup 30 Tahun Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaan di Somalia

Korban Pelecehan Seks Gereja Mengadu ke Mahkamah Internasional

Korban Pelecehan Seks Gereja Mengadu ke Mahkamah Internasional

Petani Belanda Protes Naik Traktor Jalan Macet 1.000 Km

Petani Belanda Protes Naik Traktor Jalan Macet 1.000 Km

Baca Juga

Berita Lainnya