Pentagon Menyelisihi Presiden Trump Soal Serangan ke Situs Budaya Iran

Pentagon Menyelisihi Presiden Trump Soal Serangan ke Situs Budaya Iran
Gedung Departemen Pertahanan AS, Pentagon.

Terkait

Hidayatullah.com–Pentagon hari Senin (6/1/2020) menjauhkan diri dari komentar Presiden Donald Trump perihal pemboman situs-situs kebudayaan Iran, meskipun sebenarnya ada hukum internasional yang melarangnya.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan Amerika Serikat akan mengikuti “aturan tentang konflik bersenjata.” Ketika dia ditanya apakah akan menampik target-target budaya, Esper menegaskan, “Itulah aturan hukum dalam konflik bersenjata.”

Perbedaan pandangan antara presiden dan menterinya itu muncul di tengah eskalasi ketegangan AS-Iran, menyusul kematian jenderal kebanggaan Teheran Qassem Soleimani di Iraq. Trump sudah dua kali memperingatkan bahwa dia akan menghantam situs-situs kebudayaan Iran apabila pemerintah Teheran melancarkan serangan balasan ke AS.

“Mereka (Iran) boleh membunuhi rakyat kita. Mereka boleh menyiksa dan mencabik-cabik rakyat kita. Mereka boleh menggunakan bom-bom di jalanan dan meledakkan rakyat kita. Sedangkan kita tidak boleh menyentuh situs-situs kebudayaan mereka? Mana bisa begitu,” kata Trump kepada awak media yang menyertai perjalanannya dengan Air Force One seperti dikutip Associated Press hari Ahad.

Komentar publik Esper tersebut merefleksikan kekhawatiran pejabat pertahanan dan militer AS lain yang mengutip larangan hukum perihal serangan atas target-target sipil, kebudayaan dan keagamaan, kecuali dalam kondisi tertentu yang membahayakan.

Secara spesifik Konvensi Den Haag 1954 menyebutkan bahwa negara-negara harus “mengambil langkah sebisa mungkin” untuk melindungi properti budaya dan menahan diri dari melancarkan serangan yang diarahkan kepada properti-properti semacam itu. Konvensi itu juga menyebutkan bahwa situs-situs budaya tidak boleh dipergunakan sebagai ancaman yang menjadikannya sebagai target militer.

Pentagon memiliki daftar panjang target-target potensial baik di dalam negara Iran maupun di negara-negara Timur Tengah lain yang berkaitan dengan kepentingan Iran. Daftar target-target itu beserta rencana perangnya secara rutin diperbarui, termasuk pada masa ketegangan seperti belakangan ini.

Para pejabat AS tidak akan membicarakan perihal daftar itu di publik, tetapi isinya sudah pasti termasuk beragam sasaran militer seperti lokasi misil, pertahanan udara serta pusat komando dan kontrol.

Target apapun akan melewati proses pemilihan dan pemilahan oleh militer dan Pentagon akan menentukan target yang telah diseleksi legal, pantas dan proporsional untuk dihantam guna membalas Iran. Apabila proses seleksi target sudah selesai barulah diajukan kepada presiden AS untuk disetujui.

Sebelum Esper berkomentar, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo hari Ahad sudah menjauhkan diri dari pernyataan Presiden Trump, meskipun tidak secara langsung menyelisihinya.

“Kami akan berperilaku sesuai sistem,” kata Pompeo. “Kami sejak dulu begitu dan akan selalu begitu.”*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !