Dompet Dakwah Media

Polisi Bosnia Pindahkan Pengungsi dari Kamp Vucjak

Polisi Bosnia Pindahkan Pengungsi dari Kamp Vucjak
Kamp pengungsi Vucjak, Bosnia.

Terkait

Hidayatullah.com–Beberapa bus datang ke kamp Vucjak untuk memindahkan ratusan pengungsi, menyusul kecaman internasional atas kondisi mengenaskan tempat penampungan orang-orang yang ingin hijrah ke berbagai negara Eropa itu.

Pihak berwenang Bosnia mengatakan hari Selasa (10/12/2019) bahwa mereka sudah memindahkan 600 pengungsi dari kamp jorok di Vucjak itu ke barak tentara yang terletak didekatnya.

Awak media dialrang mendokumentasikan proses pemindahan para pengungsi itu, meskipun demikian mereka melihat ada 7 bus meninggalkan lokasi kamp yang berdekatan dengan perbatasan Kroasia tersebut.

Kamp itu, yang terdiri dari puluhan tenda yang ditancamkan di tanah berlumpur dan bersalju, menjadi subyek kontroversi belum lama ini, ketika foto-foto menunjukkan anak-anak hanya mengenakan sandal dan kaos t-shirt dalam cuaca bersalju.

Sejak beberapa bulan lalu pejabat-pejabat internasional, paling terbaru Komisioner Uni Eropa untuk HAM Dunja Mijatovic, menyerukan kepada Bosnia agar menutup kamp tersebut.

Bosnia dikritik karena menampung banyak orang di lokasi yang terlalu dekat dengan kawasan beranjau sisa mas perang dulu.

Fasilitas penampungan migran/pengungsi di sepanjang “rute Balkan” menuju Eropa sekali lagi menjadi penuh disebabkan kedatangan pencari suaka tak terduga beberapa bulan belakangan.

Saat ini ada 7.000 sampai 8.000 pengungsi di Bosnia, yang telah menyeberangi perbatasan dengan Serbia. Kebanyakan dari mereka berharap dapat melanjutkan perjalanan melewati Kroasia kemudian ke negara-negara Uni Eropa yang lebih makmur. Akan tetapi, banyak perbatasan yang dipagar dan dijaga ketat.

Banyak dari migran/pengungsi yang menempati Vucjak mengatakan kepada para jurnalis bahwa mereka takut akan di pindahkan ke lokasi yang jauh dari perbatasan Kroasia, tetapi belum ada laporan yang menyebut perihal insiden semacam itu ketika pemindahan dilakukan, lansir DW Selasa (10/12/2019).

Bosnia dan Serbia mengalami peningkatan jumlah migran/pengungsi tak terduga beberapa bulan terakhir. Semakin banyak migran/pengungsi menyeberang dari Turki. Disebabkan penutupan Vucjak, migran/pengungsi yang ditempatkan di penampungan di Bihac sekarang harus bertahan di sana daripada dipindah ke tempat lain.

Para pencari suaka lain memilih bertahan di Serbia, dan tinggal di negara itu di kawasan dekat perbatasan Kroasia dan Hungaria. Sekitar 27.000 migran/pengungsi memasuki entered Serbia antara Januari dan November 2019.

Jubir UN High Commissioner for Refugees (UNHCR) Serbia Mirjana Milenkovski mengatakan bahwa yang paling menyulitkan adalah bertambahnya jumlah migran/pengungsi anak yang tidak memiliki pendamping dewasa.

Tidak jelas mengapa belakangan ini terjadi peningkatan jumlah kedatangan migran/pengungsi ke Eropa. Hal yang pasti, menurut para analis, adalah karena semakin banyak orang yang menyeberang dari Turki dan Yunani. Dan memang jumlah orang yang menyeberang dari Turki ke Yunani pada 2019 lebih banyak dibanding dulu di awal-awal kesepakatan Uni Eropa-Turki yang ditandandatangi pada tahun 2016.

Presiden Turki Recep Tayip Erdogan beberapa bulan lalu mengeluarkan ancaman kepada Uni Eropa akan membuka pintu-pintu perbatasannya ke Eropa apabila persekutuan itu tidak memberikan tambahan dana kepada Turki. Seperti diketahui, perjanjian antara Ankara dan Uni Eropa tahun 2016 menyebutkan bahwa Turki akan mencegah para migran/pengungsi Suriah pergi ke Eropa dengan syarat-syarat tertentu, termasuk kucuran dana jutaan dolar dari UE setiap tahun untuk biaya penampungan migran/pengungsi, serta kemudahan proses bergabungnya Turki sebagai anggota Uni Eropa. Sepertinya Ankara kecewa dengan sikap Uni Eropa yang menghambat proses pendaftarannya ke UE dan kucuran dolar yang dirasa kurang memadai.

Belakangan Turki juga melancarkan serangan ke Suriah guna membuat “zona aman” di dalam wilayah utara Suriah yang bersebelahan dengan perbatasan selatan Turki, dan akan memindahkan sekitar 3 juta pengungsi Suriah yang ditampung Turki selama ini ke zona tersebut.

Selain karena Ankara kekurangan dana untuk pengurus jutaan pengungsi Suriah, warga Turki di daerah-daerah yang ketempatan para pengungsi juga sering bentrok dengan para pendatang asing itu.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !