Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

AS Minta Bayaran Lebih Atas Keberadaan Pasukannya di Korsel

Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper hari Jumat (15/11/2019) menekan Korea Selatan agar membayar lebih banyak biaya keberadaan pasukan AS di wilayahnya.

Berbicara setelah pertemuan tingkat tinggi membahas kebijakan pertahanan dengan sejawatnya Jeong Kyeong-doo, Esper mengatakan Korea Selatan adalah “negara kaya dan mampu dan seharusnya membayar lebih banyak..”

Seoul saat ini memberikan kontribusi kurang dari $1 miliar setahun untuk mendukung keberadaan pasukan Amerika Serikat di negaranya sejak 1951 ketika berkecamuk perang tiga tahun antara dua Korea.

Sekitar 28.500 personel militer Amerika Serikat ditempatkan di Korea Selatan guna memperkuat pertahanan melawan Korea Utara.

Dilansir DW, media Korea menyebut Washington meminta perjanjian pertanggungan biaya di mana Seoul membayar $5 miliar tahun depan.

Mengutip berbagai laporan media, Korea Herald melaporkan bahwa AS mendesak agar Korea Selatan membayar sekitar $5 miliar tahun depan, atau lim kali lipat dari $924 juta yang disepakati Seoul untuk ditanggungnya tahun ini.

Sementara itu, Jeong mengatakan bahwa dia dan Esper sudah sepakat komitmen baru yang sedang dinegosiasikan itu akan adil dan disetujui oleh kedua pihak, tetapi dia tidak menyebutkan berapa angkanya.

Pertemuan hari Jumat itu juga membahas latihan militer bersama AS-Korsel, yang mana kedua belah pihak setuju untuk menguranginya tahun ini guna menyokong upaya-upaya diplomatik dalam rangka mengakhiri konfrontasi dengan Pyongyang.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Abul Futuh: Referendum Satu-satunya Jalan Keluar Krisis

Abul Futuh: Referendum Satu-satunya Jalan Keluar Krisis

Restoran di Oman Ditutup Sebulan Karena Jual Makanan Busuk

Restoran di Oman Ditutup Sebulan Karena Jual Makanan Busuk

Setengah Juta Orang Menurut Referendum Brexit Kedua

Setengah Juta Orang Menurut Referendum Brexit Kedua

Imigran Iran Dibui Seumur Hidup karena Perkosa dan Bunuh Mahasiswi Jerman

Imigran Iran Dibui Seumur Hidup karena Perkosa dan Bunuh Mahasiswi Jerman

Kekurangan Gas CO₂ Coca-Cola Hentikan Sementara Produksinya

Kekurangan Gas CO₂ Coca-Cola Hentikan Sementara Produksinya

Baca Juga

Berita Lainnya