Rabu, 3 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Internasional

Mahathir: Kedutaan Besar Malaysia di Palestina akan Dibuka dalam Waktu Dekat

The Globe and Mail
PM Mahathir Mohammad
Bagikan:

Hidayatullah.com– Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad, mengatakan keputusan untuk membuka kedutaan di Palestina tidak semata-mata karena orang-orang di negara itu adalah Muslim.

Tapi Mahathir menekankan bahwa Malaysia selalu mendukung perjuangan Palestina, dan apa yang terjadi pada Palestina tidak adil.

“Semua ini adalah ketidakadilan yang perlu kita lakukan untuk membuat seluruh dunia sadar bahwa ini adalah ketidakadilan,” katanya pada konferensi pers bersama di Azerbaikan.

Mahathir menambahkan bahwa membuka kedutaan untuk Palestina adalah langkah berkelanjutan Malaysia dalam memberikan dukungan dan bantuan, selain untuk membela hak-hak rakyat yang tertindas.

“Jadi kami menemukan bahwa kekuatan super mendukung pelanggaran HAM Israel terhadap hukum internasional.

“Ini menyedihkan karena mereka berbicara tentang keadilan, aturan hukum, tetapi ketika Israel melakukan sesuatu yang salah, mereka terus mendukung Israel.

“Kami berharap banyak orang ikut menyuarakannya agar dunia sadar akan ketidakadilan yang dilakukan terhadap Palestina,” katanya dikutip Bernama.

Sebelumnya, Dr Mahathir dalam pidato utama acara KTT Gerakan Negara Non-Blok (GNB) ke-18 mengumumkan bahwa Malaysia akan membuka kedutaan besar untuk Palestina.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia menggambarkan komunitas internasional tidak melakukan apa-apa tentang nasib Palestina yang dijajah.*

Rep: Ahmad
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Paus Fransiskus Mencium Kaki Para Pemimpin Sudan Selatan [Video]

Paus Fransiskus Mencium Kaki Para Pemimpin Sudan Selatan [Video]

Kenangan Buruk Wanita Palestina Korban Tentara Israel

Kenangan Buruk Wanita Palestina Korban Tentara Israel

PBB: 65.000 Etnis Rohingya lari ke Bangladesh

PBB: 65.000 Etnis Rohingya lari ke Bangladesh

Pentagon Pangkas Pasukan AS di Afghanistan dan Iraq Menjadi 2.500 Personel

Pentagon Pangkas Pasukan AS di Afghanistan dan Iraq Menjadi 2.500 Personel

Sejak Awal Meremehkan, Sekarang Presiden Bolsonaro Positif Covid-19

Sejak Awal Meremehkan, Sekarang Presiden Bolsonaro Positif Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya