Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

Arab Saudi Usir Pejabat Yaman yang Mengkritisi Uni Emirat Arab

Mutaher Enan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Saudi telah mengusir penasihat pemerintah Yaman Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bermarkas di Riyadh, kutip Middle East Monitor (MeMO) mengungkapkan.

Pihak berwenang Saudi telah meminta Mutaher Enan meninggalkan kerajaan menyusul kritiknya tentang bagaimana koalisi menangani situasi di selatan Yaman; khususnya dukungan UAE untuk separatis yang berperang melawan pemerintah Hadi.

Enan mengkonfirmasi laporan di Twitter pada hari Sabtu dengan hanya mengatakan, “Saya telah berangkat atas permintaan kementerian luar negeri.”

Ada ketegangan yang meningkat di selatan setelah pasukan Uni Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA merebut ibu kota sementara pemerintah Yaman di kota pelabuhan Aden pada Agustus.

Meskipun bersekutu dalam koalisi yang berupaya memulihkan pemerintah Hadi dan mendorong mundur pemberontak Syiah Houthi dari ibukota administratif Sanaa, Arab Saudi dan UEA berselisih mengenai masalah pemisahan diri selatan.

Ada beberapa bentrokan yang dilaporkan antara pasukan separatis dan pejuang yang berpihak pada Hadi – yang termasuk milisi yang tergabung dalam Partai Islah Islam – yang beberapa orang yakini berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Wilayah Yaman selatan telah menyaksikan peningkatan kehadiran militer baik dalam hal pasukan dan persenjataan yang disediakan oleh kedua tetangga Teluk.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Penguasa Dubai Hukum Pengemudi Ugal-ugalan dengan Menyapu Jalan

Penguasa Dubai Hukum Pengemudi Ugal-ugalan dengan Menyapu Jalan

Kristen Koptik Dukung Kandidat Pengusung Negara Sipil

Kristen Koptik Dukung Kandidat Pengusung Negara Sipil

Akhir Sidang OKI Hasilkan 169 Resolusi

Akhir Sidang OKI Hasilkan 169 Resolusi

Uni Afrika Buka Investigasi Kekejaman Sudan Selatan

Uni Afrika Buka Investigasi Kekejaman Sudan Selatan

Blix: PM Inggris Dramatisir Info Senjata Iraq

Blix: PM Inggris Dramatisir Info Senjata Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya