Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Miskin Pembalut, Anak Perempuan di Namibia Disuntik Kontrasepsi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Di Namibia banyak anak perempuan dan wanita tidak mampu membeli pembalut untuk dipakai saat menstruasi.

Sebagai gantinya mereka menggunakan matras, kain bekas dan bahkan kertas koran sebagai penadah darah haid.

Namasiku pertama kali mengalami menstruasi di usia 12 tahun. “Saya mengira saya mengalami radang atau terluka,” ujarnya seperti dikutip BBC Kamis (29/8/2019).

Ibunya tak sanggup membelikan Namasiku pembalut, sehingga terpaksa mencari cara lain. Anak gadisnya itu diberi suntikan kontrasepsi.

“Saya mendorong anak perempuan saya untuk menggunakan metode kontrasepsi. Saya yang biasanya mengantarkannya [ke klinik],” kata ibu Namasiku.

Sekolah tempat Namasiku menuntut ilmu sekarang menyediakan pembalut wanita. Namun, tidak semua sekolah di Namibia melakukannya.

Kontrasepsi gratis di semua rumah sakit pemerintah di seluruh penjuru Namibia.

Obat kontrasepsi melepaskan hormon progesteron dan menghentikan pelepasan telur dari indung, sehingga wanita tidak mengalami pendarahan haid.

Akan tetapi, pemberian kontrasepsi itu disinyalir kuat berkaitan dengan penurunan kepadatan mineral dalam tulang wanita, dan sedari awal memang tidak dimaksudkan untuk mengontrol menstruasi.

Diperkirakan satu dari setiap 10 anak perempuan di Afrika ketinggalan pelajaran akibat menstruasi.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Berita Palsu, Mursy Akan Tuntut Kantor Berita Iran

Berita Palsu, Mursy Akan Tuntut Kantor Berita Iran

Kamerun Penjarakan Pria Pelaku Homoseksual

Kamerun Penjarakan Pria Pelaku Homoseksual

Turki Lakukan Kontrol Ketat Konten Internet

Turki Lakukan Kontrol Ketat Konten Internet

Burhanuddin Rabbani Tewas Terkena Bom

Burhanuddin Rabbani Tewas Terkena Bom

Laporkan Uskup Pemerkosa, Biarawati Katolik India Didepak Vatikan

Laporkan Uskup Pemerkosa, Biarawati Katolik India Didepak Vatikan

Baca Juga

Berita Lainnya