Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Trump Sisakan Tentara Amerika di Afghanistan Meskipun Ada Kesepakatan Damai dengan Taliban

EPA
Tentara NATO mengunjungi kamp penambangan batubara, di Herat, Afghanistan. Ditengarai menyimpan mineral tak tersentuh termasuk lithium, besi, tembaga, kobalt dan emas
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington berencana menyisakan 8.600 personel militer di Afghanistan, dan tidak akan menarik sepenuhnya tentara AS meskipun ada kesepakatan damai dengan Taliban.

Presiden Trump mengumumkan kemungkinan pengurangan pasukan itu hari Kamis (29/8/2019) pagi dalam wawancara dengan Brian Kilmeade dari Fox News, seperti dilansir RT.

Meskipun apabila tercapai kesepakatan dengan Taliban, tidak akan ada penarikan sepenuhnya personel militer AS.

“Kami akan menguranginya menjadi 8.600 dan kemudian kami akan memutuskan selanjutnya dari sana,” kata Trump. Pengurangan lebih lanjut akan dilakukan kemudian, tetapi bukan penarikan sepenuhnya.

Taliban sebelumnya bersikukuh menuntut agar Amerika Serikat menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan.

Namun kabarnya, Taliban dan Washington sudah mengatasi perbedaan dalam masalah itu bulan ini. Putaran kesembilan negosiasi antara kedua pihak untuk mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan dimulai pekan lalu di Qatar.

Konon, pengurangan jumlah pasukan AS itu sebagai jaminan Taliban tidak akan menggunakan Afghanistan sebagai “safe haven” terorisme.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Anak Jalanan Tak Dilayani, Restoran India Bermental Kolonial

Anak Jalanan Tak Dilayani, Restoran India Bermental Kolonial

Militer Jerman Kembali Jadi Korban di Afghanistan

Militer Jerman Kembali Jadi Korban di Afghanistan

Inggris akan Buka Kembali kedutaannya di Iran

Inggris akan Buka Kembali kedutaannya di Iran

Politikus Rasis Australia Kembali Kecam Islam

Politikus Rasis Australia Kembali Kecam Islam

Gegara Lockdown Coronavirus Inggris Mengalami Resesi

Gegara Lockdown Coronavirus Inggris Mengalami Resesi

Baca Juga

Berita Lainnya