Dompet Dakwah Media

Presiden Donald Trump Mengancam Akan Lepaskan Ribuan Anggota ISIS Kembali ke Eropa

Presiden Donald Trump Mengancam Akan Lepaskan Ribuan Anggota ISIS Kembali ke Eropa

Terkait

Hidayatullah.com–Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa sekitar 2.500 anggota ISIS yang ditangkapnya bersama pasukan sekutu di Suriah dan Iraq tak lama lagi akan merambah kembali ke Eropa, apabila Uni Eropa tidak bersedia menangani mereka di negaranya sendiri.

Trump berulang kali mengutarakan kegeramannya atas keengganan Uni Eropa untuk merepatriasi dan mengadili sendiri warganya yang tertangkap di wilayah konflik Timur Tengah. Hari Kamis (1/8/2019) dia kembali menyuarakan ancamannya dengan mengatakan akan membiarkan ratusan teroris yang sulit diperangi kembali ke Eropa, lansir RT.

“Akan selalu ada orang di sekitarmu, tapi kami saat ini sudah menangkap lebih dari 10.000 — kami ada 2.500 anggota ISIS yang kami ingin Eropa mengambilnya, sebab mereka akan kembali ke Eropa, ke Prancis, ke Jerman, ke berbagai tempat,” kata Trump berbicara di hadapan sejumlah reporter di halaman Gedung Putih.

“Jadi kami ada ribuan pelaga ISIS yang kami ingin agar Eropa mengambilnya, dan kita lihat apakah mereka akan mengambil mereka. Jika tidak, mungkin kami akan melepaskan mereka,” kata Trump dengan nada sedikit mengancam.

Ini bukan pertama kalinya Trump meminta agar negara-negara Eropa “menerima kembali” warga mereka yang pergi ke Suriah atau Iraq untuk ikut berperang bersama ISIS dan kelompok bersenjata lainnya. Pada bulan Februari Trump menyebut angka anggota ISIS itu 800, atau kurang dari sepertiga jumlah yang disebutnya sekarang.

Kala itu Trump mengatakan ‘jihadis’ sepertinya akan menyusup ke Eropa begitu pasukan AS ditarik setelah ‘kekhalifahan’ berhasil dikalahkan, yang kata Trump hasil dari usaha yang semata dilakukan oleh Amerika Serikat.

Namun, sepertinya sejumlah negara Eropa “tidak gentar”. Jerman mempertanyakan legalitas langkah yang akan diambil AS itu, sedangkan Denmark langsung menolaknya.

Trump sempat membuat para jenderalnya terkaget-kaget ketika pada bulan Desember 2018 dia mengumumkan akan menarik pasukan AS dari Suriah, sebab “satu-satunya alasan” mempertahankan keberadaan pasukan berkekuatan 2.000 personel itu adalah mengalahkan ISIS yang faktanya sudah melemah.

Namun, beberapa pekan kemudian dia melunak, dengan mengatakan pada bulan Maret bahwa 400 personel militer AS akan dipertahankan berada di Suriah sampai batas waktu yang tidak ditentukan.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !