Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Libya akan Tutup 3 Pusat Detensi Migran

Migran dan pengungsi berunjuk rasa di salah satu pusat detensi di Libya.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Libya berencana menutup tiga detensi migran terbesar, demikian diumumkan Menteri Dalam Negeri Fathi Bashagha.

Tiga pusat detensi migran yang kontroversial itu berada di Misrata, Tajoura dan Khoms, lansir BBC Jumat (2/8/2019).

Pengumuman itu disampaikan menyusul kritikan tajam terhadap tindakan Libya yang mengembalikan para migran ke Tajoura setelah tempat itu dihantam serangan misil mematikan.

Serangan “keterlaluan” itu bisa dianggap sebagai kejahatan perang, kecam utusan khusus PBB untuk Libya Michelle Bachelet.

Organisasi-organisasi yang memantau situasi di Libya takut penutupan itu membuat pusat detensi lainnya yang sudah padat akan semakin padat, sehingga migran bertambah rentan jatuh ke tangan geng perdagangan manusia.

Baru pekan lalu, 150 migran yang berusaha meninggalkan Libya menuju Italia tenggelam di lepas pantai Libya. Tragedi itu merupakan yang kehilangan nyawa terbanyak dalam satu insiden sepanjang tahun ini di Laut Mediterania.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Selamat di Tengah Samudra, Tak Pernah Tinggalkan Shalat

Selamat di Tengah Samudra, Tak Pernah Tinggalkan Shalat

Pameran Buku Internasional Kairo Kembali Digelar

Pameran Buku Internasional Kairo Kembali Digelar

Enam Juta Orang Terdampak Banjir Musiman di Afrika Timur

Enam Juta Orang Terdampak Banjir Musiman di Afrika Timur

Pasukan Pemberontak Syiah Hautsi Mulai Memasuki Ibukota Yaman

Pasukan Pemberontak Syiah Hautsi Mulai Memasuki Ibukota Yaman

Tokoh Katolik Australia Minta Penyelidikan Terhadap Polisi terkait Tuduhan Pelecehan Seksual

Tokoh Katolik Australia Minta Penyelidikan Terhadap Polisi terkait Tuduhan Pelecehan Seksual

Baca Juga

Berita Lainnya