Setengah Warga AS Percaya Donald Trump Seorang yang Rasis

Dalam Pemilihan Presiden 2016, Trump adalah salah satu yang paling vokal tentang populasi kulit hitam sebagai kelompok berbahaya

Setengah Warga AS Percaya Donald Trump Seorang yang Rasis

Terkait

Hidayatullah.com–Separuh dari rakyat Amerika Serikat (AS) menyifatkan Presiden Donald Trump sebagai seorang rasis susulan serangan terhadap Anggota Kongres kulit hitam, Elijah Cummings dan tanggapan negatifnya terhadap situasi di Baltimore, Maryland.

Suatu survei yang diterbitkan Universiti Quinnipiac semalam mendapati sebanyak 51 persen responden percaya sentimen rasial Trump meningkat, sementara hanya 45 persen mengatakan sebaliknya, kutip Bussines Insider.

Survei tersebut berlangsung dari 25 hingga 28 Juli, mengikuti komentar Trump di Twitter menyebut Baltimore sebagai populasi kulit hitam atau Afrika-Amerika yang mayoritasnya menjijikkan, sarang tikus dan mengklaim tidak ada yang ingin tinggal di kota.

Baltimore adalah salah satu distrik yang diwakili oleh Cummings yang juga merupakan Ketua Komite Demokrat.

Beberapa anggota Demokrat yang dipimpin oleh Trump mengatakan pernyataan itu ditargetkan secara rasial ke Cummings dan daerah pemilihan, yang memiliki lebih dari 60 persen populasi kulit hitam.

Awal bulan ini, Trump dikritik setelah memposting komentar rasis terhadap empat anggota Kongres perempuan Demokrat.

Trump bertanya kepada Alexandria Ocasio-Cortez dari New York; Ilhan Omar of Minnesota; Rashida Tlaib dari Michigan dan Ayanna Pressley dari Massachusetts kembali ke negara asal mereka.

Tahun lalu Trump menyebut negara Afrika itu sebagai ‘lubang omong kosong’ dan berbicara tentang ‘menyerbu’ imigran.

Dia juga memimpin gagasan teori konspirasi ‘kelahiran kembali’ bahwa mantan Presiden Barack Obama tidak dilahirkan di tanah AS dan, karenanya, tidak memenuhi syarat sebagai presiden.

Dalam Pemilihan Presiden 2016, Trump adalah salah satu yang paling vokal tentang populasi kulit hitam sebagai kelompok berbahaya dan tidak banyak memberi manfaat bagi negara.

Hampir setiap kampanye Trump menggunakan masalah ini untuk meraih dukungan.

Survei juga menemukan, para pemilih mengatakan 52 – 40 persen bahwa Trump berusaha untuk “menggagalkan atau menghalangi” penyelidikan dalam pemilihan 2016 dan mengatakan 56 – 31 persen bahwa Laporan Mueller tidak menghapus presiden dari kesalahan.

Sebanyak 71 persen pemilih Amerika “sangat prihatin” atau “agak khawatir” bahwa pemerintah asing dapat mencoba mencampuri pemilu 2020.

“Sementara setengah dari pemilih berpikir Presiden Donald Trump adalah rasis, agama menunjukkan perbedaan yang lebih besar. Hanya 21 persen orang kulit putih Evangelis percaya bahwa Presiden adalah rasis. Bandingkan dengan 63 persen pemilih yang tidak berafiliasi dengan agama yang terorganisir,” kata Mary Snow, analis polling untuk Polling Universitas Quinnipiac.

“Ketika sampai pada sidang Mueller, pikiran tidak berubah pada pemakzulan atau bahwa Presiden Trump bebas dari kesalahan.” *

Rep: Ahmad

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !