Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Eks Presiden Afsel Jacob Zuma Menolak Disebut “Raja Korupsi”

Jacob Zuma.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan presifen Afrika Selatan Jacob Zuma mengatakan kepada hakim ketua pemimpin penyelidikan bahwa tuduhan korupsi yang ditujukan kepadanya merupakan “konspirasi” dengan tujuan mendepaknya dari panggung politik.

Dia dimunculkan untuk pertama kalinya dalam penyelidikan, yang menindaklanjuti tuduhan bahwa Zuma mengawasi jaringan korupsi selama menjabat presiden Afrika Selatan.

Para pendukungnya bersorak-sorai ketika Zuma memasuki tempat pemeriksaan, lapor BBC Senin (15/7/2019).

Zuma, 77, dipaksa meletakkan jabatan presiden pada bulan Februari 2018. Dia kemudian digantikan oleh wakilnya kala itu, Cyril Ramaphosa, yang berjanji memberantas korupsi di Afrika Selatan. Ramaphosa menggambarkan 9 tahun masa pemerintahan Zuma sebagai “sia-sia”.

Tuduhan terhadap Zuma berpusat pada hubungannya dengan keluarga milyuner asal India Gupta, yang dituduh mempengaruhi penunjukan menteri-menteri kabinet dan penetapan pemenang tender proyek pemerintah melalui korupsi.

Zuma juga dituduh mengambil uang suap dari perusahaan logistik Bosasa, yang dikelola oleh keluaga Watson.

“Saya telah difitnah, dituduh menjadi rajanya orang-orang korup,” kata Zuma kepada tim investigasi yang dipimpin oleh hakim Ray Zondo.

“Saya sudah memberikan nama-nama lain [yang tersangkut korupsi] dan saya tidak pernah tersangkut masalah-masalah itu,” imbuh Zuma.

Mantan presiden itu menuding Amerika Serikat dan Inggris ambil bagian dalam hingga sekarang dalam upaya mediskreditkannya, meskipun dia sudah berupaya melakukan perubahan politik dan ekonomi di Afrika Selatan.

Zuma menuding mantan menteri pemerintahan sebelumnya Ngoako Ramatholdi, yang menyajikan bukti-bukti memberatkan dirinya, merupakan bagian dari konspirasi jahat itu.

Agen-agen yang dilatih asing juga berupaya untuk meracuninya, kata Zuma, tanpa menyebutkan nama.

Dalam wawancara dengan situs berita milik swasta News24, Ramatholdi membantah bahwa dirinya seorang mata-mata.

Dia mengaku bersedia melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan, dan menantang Zuma agar melakukan hal serupa.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Atasi Kemiskinan, Bolivia Bolehkan Anak Usia 10 Tahun Bekerja

Atasi Kemiskinan, Bolivia Bolehkan Anak Usia 10 Tahun Bekerja

Timur Tengah Masih Menjadi Tujuan Menarik Pencari Kerja

Timur Tengah Masih Menjadi Tujuan Menarik Pencari Kerja

Peringati Hari “Martin Luther” AS Tetap Rasis

Peringati Hari “Martin Luther” AS Tetap Rasis

Uni Eropa Bersikeras Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tidak Dikirim ke Negara Lain

Uni Eropa Bersikeras Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tidak Dikirim ke Negara Lain

Ini Alasan Qadhafi Mungkin Masih akan Bertahan (1)

Ini Alasan Qadhafi Mungkin Masih akan Bertahan (1)

Baca Juga

Berita Lainnya