Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Amerika Minta Jerman Kirim Pasukan Darat ke Suriah Bantu Kurdi Perangi ISIS

Syrian Democratic Forces, (SDF)
Bagikan:

Hidayatullah.com—Perwakilan khusus Amerika Serikat untuk urusan yang berkenaan dengan Suriah James Jeffrey menyeru agar Jerman mengirimkan pasukan ke Suriah guna membantu memerangi kelompok ISIS alias Daesh.

Dilansir DW hari Ahad (7/7/2019), secara resmi Jeffrey meminta Jerman untuk mengirimkan pelatih militer, personel logistik, serta teknisi guna membantu pasukan Syrian Democratic Forces (SDF) pimpinan Kurdi Suriah memerangi ISIS.

“Kami ingin pasukan darat dari Jerman untuk menggantikan sebagian tentara kami,” kata Jeffrey dalam wawancara dengan kantor berita Deutsche Presse-Agentur (DPA) dan koran mingguan Welt am Sonntag. Dia mengatakan berharap akan mendapatkan jawaban dari pemerintah Jerman bulan ini.

Jeffrey berada di Berlin hari Jumat (5/7/2019) dalam misi menggalang dana dan bantuan militer dari pemerintah Jerman.

Baca: Danai Kepulangan Anggota ISIS ke Eropa Pria Suriah Ditangkap

Kepada media-media Jerman Jeffrey mengatakan tidak meminta pasukan Jerman dalam jumlah tertentu. Dia juga mengatakan bahwa tentara yang dikirim Jerman nantinya tidak harus terlibat langsung dalam peperangan melawan ISIS alias IS.

“Akan lebih baik memukul balik IS dengan pasukan lokal Suriah,” ujarnya. “Akan tetapi, kehadiran [pasukan] asing tertentu diperlukan untuk mengamankan bandara, untuk keperluan logistik, pelatihan, serta bantuan teknis,” imbuhnya.

Baca: Tentara AS Pindahkan 50 Ton Emas dari Suriah

Dia juga tidak menafikan tentara asing akan terlibat baku tembak, sebab pasukan darat perlu bersiaga mempertahankan diri mereka sendiri.

Johann Wadephul, politisi yang dikenal sebagai sekutu Kanselir Angela Merkel, menyeru agar Berlin mempertimbangkan permintaan Jefrrey tersebut dan hendaknya tidak ditolak.

“Di kawasan ini, masalahnya adalah soal keamanan kita dan bukan [sekedar] keamanan Amerika,” kata Wadephul, yang kemungkinan akan menjabat menteri pertahanan Jerman menggantikan Ursula von der Leyen, apabila wanita itu terpilih menjadi presiden Komisi Eropa yang baru.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Bebaskan Warga Qatar yang Bekerja untuk Pemberontak Houthi

Saudi Bebaskan Warga Qatar yang Bekerja untuk Pemberontak Houthi

Seminggu Anak Inggris Tenggak 19 Gelas Minuman Beralkohol

Seminggu Anak Inggris Tenggak 19 Gelas Minuman Beralkohol

Kardinal Australia Kembali Minta Maaf Atas Pencabulan Anak

Kardinal Australia Kembali Minta Maaf Atas Pencabulan Anak

Iran Bela Hizbullah, Sebut Pelucutan Senjata Keluar dari Topik

Iran Bela Hizbullah, Sebut Pelucutan Senjata Keluar dari Topik

Sebut Rusia Kembali Langgar Wilayah Turki, NATO Memperingatkan

Sebut Rusia Kembali Langgar Wilayah Turki, NATO Memperingatkan

Baca Juga

Berita Lainnya