Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Carrefour China Lepas Mayoritas Sahamnya ke Peritel Lokal

Bagikan:

Hidayatullah.com—Raksasa supermarket asal Prancis, Carrefour, mengumumkan akan menjual 80 persen bisnisnya di China kepada peritel lokal Suning.

Carrefour sedang melakukan reorganisasi, dengan kesepakatan bisnisnya di China dinilai sebesar 1,4 miliar euro, demikian konfirmasi dari pihak perusahaan.

“Harga pembelian untuk akuisisi 80 persen saham Carrefour China adalah 620 juta euro,” kata peritel terbesar di Eropa itu, seperti dikutip RFI Ahad (23/6/2019). Kesepakatannya diharapkan rampung pada akhir tahun ini.

Menurut laporan media China CGTN transaksinya akan dibayar tunai.

Dengan kesepakatan itu, Carrefour Group memiliki saham 20 persen bisnisnya di China dan 2 dari 7 orang yang duduk di dewan pengawas Carrefour China.

Carrefour mulai membuka lapak di China pada 1995, dan sejak itu mereka memiliki jaringan 210 hipermarket dan 24 convenience store.

Tahun lalu, Carrefour membukukan penjualan 3,6 miliar euro, turun hampir 10 persen dari tahun sebelumnya.

Mitra lokalnya, Suning, memiliki platform e-commerce besar yang menjual beragam perlengkapan rumah. Sunning.com merupakan salah satu peritel non-pemerintah terbesar di China dengan jaringan lebih dari 8.882 toko di lebih dari 700 kota.

Kesepakatan dengan Suning itu berarti juga mengakhiri pembicaraan Carrefour sebelumnya dengan perusahaan raksasa teknologi Tencent.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Al Buthy, Tentara dan Rakyat Suriah

Syeikh Al Buthy, Tentara dan Rakyat Suriah

Masjid di Somaliland Diminta Kecilkan Atau Matikan Pengeras Suara

Masjid di Somaliland Diminta Kecilkan Atau Matikan Pengeras Suara

Soal Homo Tanzania dan Zanzibar Tolak Usul Inggris

Soal Homo Tanzania dan Zanzibar Tolak Usul Inggris

Liga Dunia Islam Kecam Genosida Muslim di Burma

Liga Dunia Islam Kecam Genosida Muslim di Burma

Eks Pejabat Hong Kong Dipidana di Pengadilan AS karena Terlibat Suap di Afrika

Eks Pejabat Hong Kong Dipidana di Pengadilan AS karena Terlibat Suap di Afrika

Baca Juga

Berita Lainnya