Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Paris Ingin Perkenalkan Taksi Terbang Pada Olimpiade 2024

Vahana drone berkursi tunggal untuk taksi udara buatan Airbus.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Paris bermaksud memberikan pelayanan taksi terbang pada pengunjung Olimpiade 2024 yang akan mengantarkan mereka dari bandara langsung ke lokasi-lokasi pertandingan.

Pengunjung Kota Cahaya itu melalui perjalanan satu jam dengan kereta atau bus dari Bandara Charles de Gaulle menuju pusat kota Paris.

Namun, apabila penyedia layanan transportasi regional seperti Aeroports de Paris (ADP), Airbus dan RATP bisa membawa penumpang mereka lewat udara menuju pusat kota, maka hal itu akan menjadi keunggulan tersendiri.

Saat penyelenggaraan Paris Air Show pekan lalu, perusahaan-perusahaan itu mengatakan bahwa Olimpiade merupakan momen yang sangat pas untuk memperkenalkan transportasi baru yang menggunakan teknologi VTOL (Vertical Take-off and Landing).

“Pada tahun 2010, untuk pertama kalinya, lebih dari setengah populasi manusia tinggal di kawasan perkotaan dan kami berpikir jumlah itu akan melampaui 60 persen pada 2030,” kata CEO Airbus Guillaume Faury seperti dikutip AFP Ahad (23/6/2019).

ADP sampai akhir tahun ini telah memilih tempat untuk “Vertiport” yang akan menjadi satu dari 10 tempat penerbangan taksi udara yang ada dibuat di wilayah Paris.

Idenya adalah mempersiapkan tempat itu dalam kurun 18 bulan, yang membutuhkan investasi sekitar 10 juta euro ($11,3), kata Edward Arkwright direktur jenderal ADP (pengelola bandara Prancis).

Untuk mewujudkan VTOL pada 2024, ADP bekerja sama dengan Airbus yang sudah sekian tahun terlibat dalam pengembangan moda transportasi perkotaan dengan tenaga listrik.

Perusahaan yang dikenal sebagai pembuat pesawat terbang itu saat ini sudah memiliki dua model prototipe, berkursi tunggal “Vahana” dan berkursi empat “CityAirbus”.

Jean-Louis Rassineaux, kepala isu-isu aeronautika dan pertahanan di Deloitte, banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan taksi terbang itu apabila diterapkan dalam skala besar. Tidak hanya sekedar soal teknologinya, seperti masalah baterai dan pendeteksi anti-tabrakan, tetapi juga peraturan soal pemanfaatan ruang (koridor) udara. Belum lagi soal sikap penerimaan publik terhadap model transportasi baru itu, dan nilai tambahnya terhadap sistem transportasi yang sudah ada.

Deloitte memperkirakan pasar taksi udara ini bernilai ekonomi sekitar $17 juta di Amerika Serikat saja sampai tahun 2040.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Liga Arab Bantah Beri Kursi Koalisi Oposisi Suriah

Liga Arab Bantah Beri Kursi Koalisi Oposisi Suriah

Awas! Menenteng Tas Kresek di Tanzania Bisa Masuk Bui

Awas! Menenteng Tas Kresek di Tanzania Bisa Masuk Bui

Para Rabi Cemas Banyak Remaja Yahudi Masuk Islam

Para Rabi Cemas Banyak Remaja Yahudi Masuk Islam

Penjara Ohio Diskriminasi Menu Halal

Penjara Ohio Diskriminasi Menu Halal

Bayer akan PHK 12.000 Karyawannya di Seluruh Dunia

Bayer akan PHK 12.000 Karyawannya di Seluruh Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya