Ribuan Orang di Belahan Dunia Shalat Jenazah untuk Morsi

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga menghadiri doa dan menyatakan kecurigaan atas kematian Morsi.

Ribuan Orang di Belahan Dunia Shalat Jenazah untuk Morsi
Anadolu Agency
Warga Palestina menggelar shalat ghaib atas meninggalnya Presiden Mesir yang digulingkan, Muhammad Morsi, di Masjid Al Aqsha, Baitul Maqdis usai shalat Isya pada 17 Juni 2019.

Terkait

Hidayatullah.com—Ribuan umat Islam di berbagai tempat shalat jenazah untuk mendoakan presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, Mohamad Morsi (67), yang meninggal hari Senin dalam persidangan.

Shalat di masjid di Kota Tua Jerusalem (Baitul Maqdis ) Timur yang diduduki dilakukan setelah shalat Isya’,
Sementara itu, gerakan perlawanan Palestina Hamas mengeluarkan pernyataan terima kasih kepada Morsi atas semua upayanya “dalam melayani Palestina” dan sikapnya terhadap Jalur Gaza, menyusul kematian mendadaknya.

Faksi pejuang pembebasan yang memerintah Gaza, mengatakan hari Senin, mereka mengingat “posisi Morsi yang tak terlupakan dan berani serta pekerjaannya untuk mengangkat blokade.”

‘Israel’ dan Mesir memberlakukan blokade pada kantong Palestina setelah Hamas mengambil kendali pada 2007.
Selama pemerintahan Morsi, Kairo membuka pembatasan Rafah dan membuka perdagangan dari kedua pihaknya secara signifikan.

Sementara itu, ribuan orang bergabung dalam doa di Istanbul hari Selasa untuk mendoakan presiden Mesir yang digulingkan, yang meninggal sehari sebelumnya setelah pingsan saat persidangan di pengadilan di Kairo.
Shalat jenazah dilakukan otoritas agama Turki Diyanet, yang berlangsung di Masjid Fatih.

Ali Erbas, Kepala Diyanet, akan memimpin shalat di Masjid Haci Bayram di Ankara, katanya Senin dalam sebuah pernyataan dikutip Anadolu Agency.

Baca: Milisi Pejuang Pembebasan Palestina Berduka atas Kepergian Presiden Morsi

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga menghadiri doa dan menyatakan kecurigaan atas kematian Morsi.

“Apakah itu kematian normal, atau ada beberapa elemen lain yang terlibat, ini [kematian Morsi] mencurigakan. Secara pribadi, saya tidak percaya bahwa itu adalah kematian normal,” kata Recep Tayyip Erdogan, berbicara setelah shalat di Masjid Fatih sebagaimana dikutip TRT World.

Doa juga diadakan di Kota Peshawar, Pakistan. Siraj ul Haq, Kepala Jamaat-e-Islami, menjadi memimpin shalat, kutip Reuters.

Di Kashmir yang dikelola India, staf dan mahasiswa Universitas Kashmir yang populer juga mengadakan shalat jenazah, lapor surat kabar berbahasa Inggris Kashmir Life.

Mohamad Morsi terpilih sebagai presiden tahun 2012 tetapi digulingkan dalam kudeta militer setahun kemudian.

Militer menghancurkan gerakan Ikhwanul Muslimin dalam penumpasan besar-besaran, menangkap Morsi dan banyak pemimpin Ikhwan lainnya, yang kini berada di penjara sejak kudeta.

Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis. Namun ia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Mesir saat itu dan presiden saat ini Abdul Fattah al-Sisi.
Pada saat kematiannya, Morsi menghadapi sejumlah tuntutan hukum yang menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, lebih bermotivasi politis.

Baca: Inilah Reaksi Internasional atas Meninggalnya Mantan Presiden Mesir Mohamad Morsi

Koran Israel, Maariv, Jumat, 5 April 2019 mengutip sebuah pernyataan cukup mengagetkan, di mana tokoh militer ‘Israel’, Brigadir Jenderal Aryeh Eldad mengakui, bahwa ‘Israel’ ada di balik penggulingkan Presiden Mohamed Morsi. Zionis mengaku cemas Perjanjian Camp David yang diteken Presiden Mesir terdahulu, Anwar Sadat, dengan Perdana Menteri ‘Israel’ Menachem Begin pada tahun 1978 dibatalkan.

“Bermaksud membatalkan perjanjian perdamaian dengan ‘Israel’Israel dan mengirimkan lebih banyak pasukan militer Mesir ke Semenanjung Sinai,” kata Eldad.

‘Israel’ akhirnya menyiapkan Jenderal Abdul Fattah Al-Sisi untuk melengserkan Mohamad Morsi.

“Pada tahap itu, ‘Israel’ segera dan bersedia mengaktifkan cara-cara diplomatik, dan mungkin cara-cara yang lebih hebat, untuk menjadikan Abdel Fatah al-Sisi berkuasa di Mesir, dan meyakinkan pemerintahan AS di bawah Presiden Barack Obama untuk tidak menentang langkah ini,” kata Eldad dikutip Middle East Monitor (MEMO).*

Rep: Ahmad

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !