Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Menyusul Perusahaan Lain, Ford Motors Juga Buka Pusat Riset di Israel

Peresmian pusat riset Ford Motors Co di Israel, Rabu (12/6/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com—Ford Motor Co hari Rabu (12/6/2019) meresmikan pusat riset yang didirikannya di Tel Aviv, menyusul sejumlah produsen besar otomatif lain yang berlomba-lomba mengembangkan mobil swakemudi.

Dengan terus membengkaknya biaya pengembangan mobil swakemudi dan terkoneksi tahun belakangan ini, Ford dan perusahaan otomotif lainnya berusaha mencari mitra kerja di luar investor.

“Tidak ada perusahaan yang dapat melakukannya sendiri. Tidak ada perusahaan yang harus mencoba dan melakukannya sendiri. Kita pasti memerlukan kemitraan,” kata Bill Ford, chairman perusahaan itu saat pertama kali mengunjungi Israel. “Kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar, perusahaan menengah dan khususnya perusahaan rintisan. Ekosistem bagi perusahaan rintisan yang saya lihat di sini sungguh luar biasa.”

Pusat riset Ford di Tel Aviv itu akan memusatkan perhatian pada teknologi konektivitas, sensor, serta sistem otomasi, monitoring dalam kendaraan dan keamanan siber.

“Saya akan sering datang ke sini karena (laboratorium) ini akan menjadi darah kehidupan yang akan menentukan jadi seperti apa Ford Motor Co di masa mendatang,” kata Bill Ford saat peresmian pusat riset itu seperti dikutip Reuters Rabu (12/6/2019).

Renault dan Nissan sudah membukan lab inovasi bersama di Tel Aviv pekan ini, sehingga mereka juga dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan rintisan Israel.

Perusahaan pembuat chip asal Amerika Serikat Intel Corp, suplier otomotif Jerman Continental AG, Samsung Electronics Co, Daimler AG dan General Motors Co juga membeli atau mendirikan pusat pengembangannya sendiiri di Israel.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Universitas Al Azhar Mesir Bantah Ada Ulama Masuk Kristen

Universitas Al Azhar Mesir Bantah Ada Ulama Masuk Kristen

Ingin Menyerang Warga Amerika di Afghanistan, 2 Pria Divonis Penjara 25 Tahun

Ingin Menyerang Warga Amerika di Afghanistan, 2 Pria Divonis Penjara 25 Tahun

Gangguan Keamanan di Nigeria Tewaskan 1.800 Orang Sejak Januari 2018

Gangguan Keamanan di Nigeria Tewaskan 1.800 Orang Sejak Januari 2018

Janji Atasi Boko Haram, Rakyat Nigeria Berharap Perubahan Baik Bersama Presiden Muhammadu Buhari

Janji Atasi Boko Haram, Rakyat Nigeria Berharap Perubahan Baik Bersama Presiden Muhammadu Buhari

Itihad Ulama Kecam Film “Anti-Islam” dan Himbau Sikap Positif

Itihad Ulama Kecam Film “Anti-Islam” dan Himbau Sikap Positif

Baca Juga

Berita Lainnya