Perusahaan ‘Israel’ Buat Sejumlah Akun Palsu di Facebook Ganggu Pemilu Berbagai Negara

Orang-orang yang bekerja di balik akun-akun palsu itu menghabiskan $812.000 untuk membayar iklan antara Desember 2012 dan April 2019

Perusahaan ‘Israel’ Buat Sejumlah Akun Palsu di Facebook Ganggu Pemilu Berbagai Negara

Terkait

Hidayatullah.comFacebook menghapus ratusan akun dan memblokir sebuah perusahaan ‘Israel’ yang menggunakan media sosial itu untuk memyebarkan kabar bohong terutama di kawasan Afrika.

Akun-akun palsu yang dihapus tersebut menurut Facebook kerap menyebarkan berita politik, termasuk berita seputar pemilu di berbagai negara.

Dilansir BBC Jumat (17/5/2019), dalam laman blognya Facebook mengatakan telah menghapus 265 akun yang berasal dari ‘Israel’ yang fokus menggarap Nigeria, Senegal, Togo, Angola, Niger dan Tunisia, serta melakukan “sejumlah aktivitas” di Amerika Latin dan Asia Tenggara.

“Orang-orang di balik jaringan ini menggunakan akun-akun palsu untuk mengelola laman, menyebarkan konten yang mereka buat dan secara artifisial meningkatkan aktivitas di media sosial itu.

“Mereka juga berpura-pura menjadi orang lokal, termasuk menyamar sebagai organisasi media massa, dan menyebarkan bocoran informasi perihal politisi,” tulis Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook dalam blog itu.

Menurut Gleicher, hasil investigasi menunjukkan bahwa sebagian aktivitas tersebut berkaitan dengan perusahaan ‘Israel’ bernama Archimedes Group.

Gleicher menambahkan bahwa organisasi itu dan semua organisasi di bawahnya sekarang dinyatakan terlarang di Facebook, dan sudah dikirimi surat perihal penutupan dan pemberhentian aktivitas mereka.

Orang-orang yang bekerja di balik akun-akun palsu itu menghabiskan $812.000 untuk membayar iklan antara Desember 2012 dan April 2019, kata Facebook, dan biaya itu dibayar dengan mata uang real Brazil, shekel ‘Israel’ dan dolar AS.

Lima dari enam negara Afrika yang menjadi target mereka sudah menggelar pemilu sejak tahun 2016, dan Tunisia akan menggelar pemilu tahun ini.

Sejak kericuhan pemilu presiden di Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump November 2017, masyarakat internasional menyorot tajam dan mengecam Facebook, karena dianggap tidak bertindak apa-apa padahal platformnya digunakan untuk menyebarkan kabar palsu dan fitnah serta mengadu domba pihak-pihak yang bersaing dalam pemilu di berbagai negara.*

Rep: Ama Farah

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !