Cuti Sakit, Guru di San Francisco Harus Membayar Gaji Guru Penggantinya

Cuti Sakit, Guru di San Francisco Harus Membayar Gaji Guru Penggantinya

Terkait

Hidayatullah.comSeorang guru di kota San Francisco, Amerika Serikat, yang mengambil cuti panjang karena kanker payudara yang dideritanya diharuskan membayar sendiri gaji guru penggantinya, sehingga menyulut kemarahan publik terhadap kebijakan itu.

Rata-rata upah seorang guru pengganti di

kota itu $200 perhari, yang diambilkan dari gaji guru yang sakit, demikian kebijakan yang berlaku menurut sebuah UU negara bagian California yang dibuat tahun 1976.

Orangtua murid menanggapi kebijakan itu dengan mengumpulkan donasi lebih dari $13.000 guna membantu guru yang sakit tersebut membayar biaya pengobatannya, lapor media lokal seperti dilansir BBC Jumat (10/5/2019). Jumlah itu melebihi target yang mereka buat $10.000.

“Para orangtua marah dan terkejut bukan kepalang, tidak percaya hal seperti ini terjadi, pasti ada yang salah pikir mereka,” kata Amanda Fried, yang anak-anaknya bersekolah di Glen Park School kepada San Francisco Chronicle.

Menurut wanita itu, yang lebih mengejutkan adalah guru-guru lain di sekolah tersebut tidak kaget dengan situasi memprihatinkan yang dialami rekan kerja mereka yang sakit itu, sebab hal seperti itu –guru sakit membayar gaji guru pengganti– merupakan hal yang lumrah.

Di San Francisco, di mana biaya hidup sangat mahal di banding kota-kota lain di AS, guru digaji sekitar $82.000 pertahun, menurut laporan media AS. Guru sekolah distrik berhak mendapatkan cuti sakit dibayar selama 10 hari setiap tahun. Apabila membutuhkan perpanjangan cuti, maka mereka bisa cuti sampai 100 hari, tetapi upah untuk guru penggantinya diambilkan dari atau ditanggung oleh guru yang sakit tersebut Pasalnya, selama cuti sakit itu guru di California tidak dianggap termasuk dalam cakupan program disabilitas pemerintah negara bagian.

Kisah malang guru tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya untuk melindungi privasinya, menarik perhatian berbagai media di Amerika Serikat. Liputan mereka menyadarkan sejumlah kalangan untuk mengubah kebijakan itu.

“Menurut saya masa sudah berganti dan ini merupakan tugas kita untuk berubah seiring dengan waktu,” kata Connie Leyva, senator negara bagian California, kepada NBC News menganggapi undang-undang lawas tersebut.

Serikat guru lokal, United Educators of San Francisco, mengatakan bahwa mereka akan mengangkat isu itu dalam negosiasi-negosiasi kebijakan di tahun 2020. Di AS, negosiasi kebijakan dan usulan rancangan undang-undang baru biasanya dilakukan menjelang pemilu, dengan harapan isu yang diangkat bisa diperjuangkan oleh wakil rakyat yang baru terpilih baik di senat maupun kongres di tingkat negara bagian atau tingkat federal (nasional).*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !