Tentara AS Veteran Perang Iraq Tabrak Pejalan Kaki yang Dikira Muslim

Tentara AS Veteran Perang Iraq Tabrak Pejalan Kaki yang Dikira Muslim
Isaiah Peoples (inzet) adalah anak seorang pastor (pendeta) dan sangat rajin pergi ke gereja.

Terkait

Hidayatullah.comSeorang tentara Amerika Serikat veteran Perang Iraq menabrak delapan orang pejalan kaki di Sunnyvale, California, karena dia meyakini beberapa di antara mereka adalah Muslim, kata pihak kepolisian.

“Berdasarkan penyelidikan kami, bukti-bukti baru menunjukkan bahwa terdakwa sengaja menarget korban berdasarkan ras mereka dan dia meyakini bahwa para korban itu adalah Muslim,” kata Kepala Departemen Keselamatan Publik Sunnyvale Phan S Ngo hari Jumat (26/4/2019).

Isaiah Peoples, 34, veteran Perang Iraq, menyerudukkan mobil Toyota Corollan miliknya ke sekelompok pejalan kaki dan pengendara sepeda di jalan hari Selasa (23/4/2019). Peoples kabarnya sama sekali tidak berusaha mengurangi laju mobilnya, menabrak sekelompok orang itu dengan kecepatan 60 km/jam. Dari delapanorang korban terluka, tiga di antaranya anak-anak; bocah lelaki berusia 9 tahun, seorang anak lelaki berusia 15 tahun dan seorang anak perempuan berusia 13 tahun keturunan Asia Selatan. Anak perempuan itu dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius di bagian otak dan saat ini berada dalam kondisi koma.

Sejauh ini Peoples dijerat dengan 8 dakwaan percobaan pembunuhan. Namun, pihak jaksa tidak menghapus kemungkinan dia akan dikenai pula dakwaan kejahatan dengan alasan kebencian.

“Sampai pada saat ini belum ada tuduhan kejahatan kebencian, dikarenakan satu hal, yaitu saat ini masalah tersebut masih dalam tahap penyidikan,” kata Jay Boyarski, Asisten Kepala Kejaksaan Distrik Santa Clara County, seperti dikutip seperti dikutip CBS San Fransisco dan dilansir RT Sabtu (27/4/2019).

Peoples dikabarkan pernah mengalami masalah gangguan kesehatan mental di masa lampau. Meskipun belum ada bukti pasti dia mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), keluarga dan pengacaranya berkeyakinan penyakit itu yang mendorong veteran perang tersebut melakukan aksinya.

Angkatan Darat AS mengkonfirmasi bahwa Peoples ditugaskan ke Iraq mulai Juni 2005 sampai Mei 2006. Dia keluar dari dinas kemiliteran dengan terhormat pada tahun 2009 dengan pangkat sersan. Saudara lelakinya, Joshua, mengatakan kepada Mercury News bahwa Peoples bertugas dalam patroli mobil saat berada di Iraq. “Dia sebagai juru tembak sementara mereka (rekannya) menyetir,” kata Joshua. Dia juga menceritakan pada tahun 2015 Peoples pernah sebentar dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena tidak mengkonsumsi obatnya. Dia dibawa ke RSJ setelah membayangkan bahwa pemerintah menyadap rumahnya.

Sejak kembali ke Amerika Serikat, Peoples bekerja sebagai akuntan di Defense Contract Audit Agency dan pekerjaannya dinilai baik. Peoples sendiri adalah anak seorang pastor (pendeta) dan sangat rajin pergi ke gereja.

Menurut polisi, Peoples sedang mengirim suplai makanan untuk kelompok studi Bibel ketika di di tengah perjalanan menyerudukkan mobilnya ke arah sekelompok orang yang dikiranya Muslim.

Para saksi mengatakan bahwa akhirnya kendaraannya berhenti setelah menabrak sebuah pohon, dan berkata berulang-ulang, “Terima kasih Yesus,” lapor Francisco Chronicle, mengutip sejumlah saksi.

Menurut polisi, saat ditangkap Peoples dalam keadaan tenang dan tidak melawan.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !