Anggota Marinir Amerika “Perampok” Kedubes Korut di Spanyol Ditangkap

Anggota Marinir Amerika “Perampok” Kedubes Korut di Spanyol Ditangkap
Kedutaan Korea Utara di Madrid, Spanyol.

Terkait

Hidayatullah.comPihak berwenang Amerika Serikat telah menangkap seorang pria mantan anggota US Marine salah satu tersangka “perampokan” di Kedutaan Besar Korea Utara di Spanyol.

Christopher Ahn dikabarkan akan dihadirkan di pengadilan Los Angeles, lansir BBC Jumat (19/4/2019).

Penangkapan itu merupakan yang pertama terkait kasus pembobolan itu, yang terjadi pada bulan Februari beberapa hari sebelum Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di Vietnam.

Free Joseon, kelompok yang menyebut dirinya pembela hak-hak orang Korea Utara, mengaku terlibat dalam aksi di Madrid tersebut.

Agen-agen federal AS juga dikabarkan menggeledah apartemen Adrian Hong, salah satu pemimpin kelompok itu, lapor Washington Post.

Dalam sebuah pernyataan, Free Joseon mengatakan pihaknya “kecewa” dengan pelaksanaan surat penangkapan tersebut.

“Kami tidak menerima jaminan dari pemerintah AS tentang keamanan dan keselamatan warga-warga negara AS yang sekarang ditargetnya,” kata kelompok tersebut.

Pada 22 Februari, sedikitnya 10 orang menerobos masuk ke Kedubes Korut di Madrid. Mereka mengidentifikasikan diri sebagai “anggota gerakan pembela HAM yang bertujuan membebaskan Korea Utara.”

Saat kejadian, sejumlah staf kedutaan ditawan, termasuk atase kedutaan yang dibujuk agar membelot.

Kelompok tersebut menjarah beberapa komputer dan hard drive, serta data yang kemudian diduga diserahkan kepada pihak intelijen Amerika Serikat.

Informan FBI Asal Meksiko Mencuri Data Kedubes Korea Utara di Spanyol

Free Joseon, yang sebelumnya dikenal dengan nama Cheolima Civil Defense– bersikukuh mengatakan bahwa mereka diundang untuk datang ke konsulat di Madrid tersebut.

Dokumen pengadilan Spanyol yang dirilis bulan lalu menyebut nama-nama pemimpin organisasi itu, yang beberapa di antaranya diyakini tinggal di Amerika Serikat. Pengadilan Spanyol meminta agar mereka di ekstradisi.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !