PM Mahathir: Pendidikan Investasi Terbaik Tetapi Juga Dapat Merusak

PM Mahathir: Pendidikan Investasi Terbaik Tetapi Juga Dapat Merusak

Terkait

Hidayatullah.comPerdana Menteri Mahthir Mohamad memperingatkan rakyat Malaysia bahwa investasi terbaik adalah pendidikan, tetapi hal tersebut juga dapat merusak apabila tidak dipergunakan secara benar.

“Saya dididik untuk menjadi seorang dokter. Namun, para ekonom dan tokoh-tokoh bisnis selalu mengingatkan saya bahwa produktivitas merupakan bagian esensial dalam kemajuan ekonomi,” kata Mahathir hari Ahad (14/4/2019) kepada wisudawan Asia School of Business, di mana dia juga dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang manajemen bisnis, seperti dilansir Free Malaysia Today.

Mahathir mengatakan gaji lebih tinggi tanpa peningkatan produktivitas tidak berarti apa-apa dan justru hanya akan menaikkan harga-harga barang dan jasa.

Dia mengatakan standar kehidupan nasional dan kemampuan mengubah Malaysia menjadi negara maju dalam status perekonomian sangat ditentukan oleh kemampuannya meningkatkan produktivitas.

“Di sini pendidikan menjadi faktor pendukung penting dalam pengembangan talenta berpengetahuan dan berketrampilan yang akan meningkatkan produktivitas bangsa,” kata perdana menteri berusia 93 tahun itu.

Namun demikian, dia memperingatkan bahwa meskipun pengetahuan itu sangat berdaya guna, tetapi tanpa nilai-nilai yang benar, maka pengetahuan akan menjadi sia-sia dan “adakalanya justru merusak.”

“Seseorang yang berpendidikan bukan hanya orang yang pintar, tapi juga orang yang memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, baik atau jahat,” paparnya.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa sudah banyak contoh kerusakan dilakukan oleh “orang-orang yang sangat pintar.”

“Menuntut ilmu merupakan jerih payah seumur hidup dan, terlebih penting lagi, hal itu harus dilengkapi dengan nilai-nilai yang benar dan berkarakter,” kata Mahathir, seraya menegaskan bahwa orang seharusnya memiliki sifat rendah hati dan dermawan.

“Bersikaplah terbuka terhadap ide-ide baru serta kemungkinan berbuat salah dan siap dibimbing oleh nilai-nilai moral yang benar sambil terus memberikan kontribusi demi masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !