Semua Orca dan Beluga akan Dibebaskan dari “Penjara Paus Rusia” [Video]

Semua Orca dan Beluga akan Dibebaskan dari “Penjara Paus Rusia” [Video]
Penjara ikan paus orca, beluga dan anjing laut di Rusia.

Terkait

Hidayatullah.com—Ilmuwan-ilmuwan Rusia bersama dengan sebuah tim yang dipimpin penjelajah samudera asal Prancis Jean-Michel Cousteau akan membuat rencana individual untuk pembebasan semua orca dan beluga yang dikurung dalam “penjara paus” di kawasan Timur Jauh Rusia, kata gubernur setempat.

“Sebuah keputusan resmi telah diambil guna mengembalikan hewan-hewan itu ke alam liar,” kata Oleg Kozhemyako, gubernur wilayah Primorsky kepada media hari Senin (8/4/2019) seperti dikutip RT.

Kozhemyako juga berjanji akan mendirikan sebuah pusat rehabilitasi khusus di mana kondisinya diupayakan semirip mungkin dengan habitat asli hewan-hewan tersebut. Rencana adaptasi dan pembebasan mereka akan dirampungkan awal Mei, demikian dikonfirmasi para pakar.

Jean-Michel Cousteau, putra dari penjelajah samudera terkemuka mendiang Jacques-Yves Cousteau, diundang oleh pihak berwenang Rusia untuk ikut ambil bagian dalam upaya pengembalian orca dan beluga yang terpenjara itu ke habitat alamnya.

Pekan lalu, Cousteau dan timnya tiba di Primorsky untuk memulai kerja mereka di Pusat Adaptasi Mamalia Laut, di mana hewan-hewan tersebut saat ini dikurung.

Sejauh ini, ada 87 beluga, 11 orca dan 5 bayi walrus (anjing laut) yang sedang menunggu untuk dibebaskan dari keramba-keramba jaring apung sempit yang berada di wilayah Rusia di pesisir Pasifik.

Mamalia-mamalia laut itu ditangkap kabarnya untuk keperlukan edukasi. Namun, para aktivis pecinta binatang menaruh curiga mereka akan dijual ke akuarium-akuarium dan taman wisata di China.

Pihak berwenang memulai investigasi atas kondisi “penjara paus” itu. Akan tetapi hukum di Rusia memperbolehkan penangkapan paus dan mamalia laut besar lainnya untuk kepentingan pendidikan, sementara hukum tidak secara gamblang melarang penjualannya. Akibatnya, kasus tersebut terkatung-katung dan nasib hewan-hewan yang ditempatkan dalam keramba jaring apung tersebut menjadi tidak jelas.

Presiden Rusia Vladimir Putin lantas turun tangan dengan memerintahkan agar diambil tindakan segera guna menuntaskan masalah itu pada 1 Maret.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !