Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mantan Presiden Bouteflika Meminta Maaf Kepada Rakyat Aljazair

Rakyat Aljazair mendesak mundur Presiden Abdelaziz Bouteflika.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan presiden Aljazair yang belum lama ini mengundurkan diri, Abdelaziz Bouteflika, meminta kepada rakyat untuk memaafkan dirinya lewat sebuah surat yang dipublikasikan kantor berita Algerian Press Agency, lansir BBC (3/4/2019).

Bekas presiden itu, yang berkuasa hampir 20 tahun, mengaku “bangga” dengan kontribusi yang telah diberikannya untuk negerinya, tetapi dia juga menyadari “kegagalannya dalam menjalankan tugas.”

Dia menambahkan bahwa dirinya “meninggalkan panggung politik tanpa kesedihan maupun khawatir dengan masa depan Aljazair.”

Dalam suratnya, bekas presiden berusia 82 tahun itu mengutarakan rasa syukurnya “atas perhatian dan penghormatan” yang telah diterimanya dari “saudara dan saudari” setanah air.

“Melakukan kesalahan adalah manusiawi, saya memohon maaf atas semua kegagalan yang terjadi,” imbuhnya.

Bouteflika juga mengajak seluruh rakyat Aljazair untuk tetap bersatu dan jangan pernah terjerumus ke dalam perpecahan setelah pengunduran dirinya.

Pemimpin gaek itu mengalami stroke pada tahun 2013 dan sejak itu jarang tampil di publik dan sering menjalani perawatan medis di luar negeri.

Upayanya untuk mempertahankan kursi kepresidenan dan memperpanjang masa kekuasaannya ditentang oleh rakyat yang berdemonstrasi sejak bulan Februari.

Abdelkader Bensalah, ketua majelis tinggi parlemen Aljazair menjadi pelaksana tugas-tugas kepresidenan selama tiga bulan sampai pemilihan umum digelar.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Berhasil Perangi Buta Huruf

Saudi Berhasil Perangi Buta Huruf

Putra Syeikh Al Buthy Pimpin Persatuan Ulama Syam

Putra Syeikh Al Buthy Pimpin Persatuan Ulama Syam

Isu Wanita Mungkin Ganjal Saudi Gelar Piala Asia 2019

Isu Wanita Mungkin Ganjal Saudi Gelar Piala Asia 2019

Mendagri Jerman Larang Geng Motor Nasionalis Turki Osmanen Germania

Mendagri Jerman Larang Geng Motor Nasionalis Turki Osmanen Germania

Menlu Israel: Tidak Ada Pembentukan Negara Palestina

Menlu Israel: Tidak Ada Pembentukan Negara Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya