Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Australia Kewalahan, Setelah China Sejumlah Negara Tak Mau Lagi Impor Sampah Plastiknya

Bagikan:

Hidayatullah.com—Krisis daur ulang sampah Australia dikhawatirkan memburuk setelah negara itu kehilangan negara keempat destinasi pembuangan sampahnya. India mengumumkan bahwa negaranya sama sekali tidak akan mengimpor sampah plastik.

Australian Council of Recycling memperingatkan, “Kita kembali ke awal seperti krisis China, tetapi kali ini lebih buruk karena kita memiliki alternatif pasar [sampah] lebih sedikit,” kata pimpinan eksekutif ACR Peter Shmigel seperti dikutip Sydney Morning Herald (28/3/2019).

Ekspor sampah Australia ke China menurun 41 persen pada tahun finansial lalu. Hal tersebut mengakibatkan sampah daur ulang menggunung, sementara pengepul berusaha mencari pembeli alternatif di luar negeri. Sejumlah negara, termasuk India, Indonesia, Vietnam dan Malaysia agak menutupi masalah itu dengan mengambil lebih banyak sebagian sampah Australia.

Baca: China Tak Mau Lagi Impor, Sampah Amerika Menumpuk

Secara keseluruhan, sebenarnya ekspor sampah daur ulang Australia naik 5 persen tahun finansial lalu.

Menyusul China, Malaysia dan Thailand mengumumkan akan melarang impor sampah plastik mulai 2021.

“Apabila Malaysia , Vietnam dan Thailand menerapkan larangan sampah serupa China, maka Australia perlu menemukan penggantinya di dalam negeri atau pasar ekspor untuk menampung sekitar 1,29 juta ton sampah pertahun, berdasarkan jumlah ekspor 2017-2018,” menurut analisis ekspor sampah Australia yang dilakukan Department of the Environment and Energy.

India merupakan negara terakhir yang menutup pintunya untuk sampah dunia. Negara itu melarang sepenuhnya impor sampah plastik padat mulai 1 Maret.

Gayle Sloan, CEO Waste management and Resource Recovery Association of Australia, mengkritik pemerintah yang dianggap lambat bertindak karena belum juga membuat kebijakan baru setelah lebih dari 12 bulan China memberlakukan larangan impor sampah, terlebih para menteri lingkungan dari seluruh negara bagian sudah menggelar pertemuan dua kali.

Negara-negara bagian kabarnya menolak enam target nasional untuk menanggulangi sampah yang dibuat tahun lalu sebagai bagian Kebijakan Sampah Nasional yang baru, dengan alasan kebijakan tersebut tidak memaparkan bagaimana target-target itu akan dicapai.

Lebih parahnya, menurut senator Peter Whish-Wilson dari Partai Hijau, “Pemerintah federal tidak mengeluarkan apa-apa guna mengimplementasikan Kebijakan Sampah Nasional tersebut.”*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Erdogan Ingin Kembalikan Penghargaan dari Kelompok Yahudi AS

Erdogan Ingin Kembalikan Penghargaan dari Kelompok Yahudi AS

Pemberontak Umumkan Pembebasan Libya

Pemberontak Umumkan Pembebasan Libya

Amir Qatar Serukan Suriah Hentikan Pembunuhan

Amir Qatar Serukan Suriah Hentikan Pembunuhan

Sebar Berita Palsu, Aleg Eks Menteri Pantai Gading Dibui

Sebar Berita Palsu, Aleg Eks Menteri Pantai Gading Dibui

Dua Hari, Israel Tabrak, Culik, dan Serang Warga Palestina

Dua Hari, Israel Tabrak, Culik, dan Serang Warga Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya